Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Petani di Wilayah Grobogan Waspadai Ledakan Serangan Tikus



Reporter:    /  @ 01:27:11  /  29 Oktober 2014

    Print       Email

GROBOGAN – Pasca kemarau panjang, petani di wilayah Grobogan mulai mewaspadai potensi serangan tikus pada musim tanam pertama (MT I) yang akan dimulai sekitar November mendatang. Hama pengerat itu biasanya mulai menyerang sejak persemaian hingga panen. Bahkan hasil pertaniaan yang sudah di simpan digudang juga kerap menjadi sasaran tikus. 

”Tikus termasuk hama yang sulit dikendalikan. Selain cepat berkembang biak, tikus sering menyerang pada malam hari, sehingga menyulitkan petani memberantasnya,” ujar salah seorang petani, Ngadino, kemarin.

Petani warga Gubug tersebut mengatakan, berbagai upaya dilakukan petani untuk membasmi hama tersebut. Baik dengan gropyokan atau menangkap beramai-ramai, pengasapan, maupun memasang perangkap namun serangan tetap mengganas. Serangannya juga tidak tergantung musim, baik kemarau maupun musim hujan selalu menjadi musuh petani.  

”Saat ini beberapa petani sudah mulai mengolah lahan untuk persiapan musim tanam pada bulan depan. Penanaman sekitar November lusa merupakan musim tanam setelah kemarau panjang melanda daerah Grobogan. Sehingga petani harus mewaspadai serangan tikus pada MT 1 nanti,” katanya.

Petani lainnya Yadi menyebutkan, pada musim tanam sebelumnya atau sekitar pertengahan 2014 lalu, tanaman padi di wilayah Gubug memang terserang hama tikus namun tidak terlalu mengganas seperti musim tanam sebelumnya. Biasanya warga melakukan gropyokan dan pengasapan di sarang-sarang tikus di areal persawahan.

”Hama satu ini memang sulit diberantas, karena merusak tanaman padi, jagung, dan lainnya.  Petani harus kerja keras untuk mengantisipasi serangan tikus. Apalagi jika tanaman sudah muali berbuah, akan mengancam panen dan mengakibatkan petani merugi,” ungkapnya.

Masa tanam beberapa bulan lalu, lanjut dia, tikus mulai menyerang batang padi yang sudah berusia di atas satu bulan. Meski sudah ada gropyokan massal namun tikus tetap membandel, hingga petani mengalami keruguan jutaan rupiah. Tanaman menjadi layu dan terancam mati akibat hama pengerat itu. (Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →