Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

APBD 2015 Terancam Tak Bisa Disahkan



Reporter:    /  @ 01:24:34  /  29 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Kisruh penetapan alat kelengkapan DPRD Jateng terus berkepanjangan. Bahkan akibat kisruh itu, penetapan APBD tahun 2015 terancam tak bisa disahkan.

Ini bisa terjadi jika empat fraksi dari parpol Koalisi Merah Putih (KMP), kembali menggelar walk out (WO) saat pembahasan dan penetapan. Apalagi hingga saat ini empat fraksi itu yakni Gerindra, PAN, Golkar, dan PKS tetap ngotot meminta pembentukan alat kelengkapan dewan diulang.

Anggota dari empat fraksi itu berjumlah 39 orang. Dan jika dipaksakan jumlah anggota dari Fraksi PDIP, PKB, PPP dan Demokrat tak bisa memenuhi kuorum, karena hanya berjumlah 61 orang. Sehingga APBD 2015 tak bisa disahkan.

”Sesuai Tata Tertib DPRD Jateng pasal 117 ayat (1), penetapan APBD harus dihadiri dua per tiga anggota DPRD Jateng, atau sebanyak 67 orang. Hingga saat ini, Badan Musyawarah belum mengagendakan rapat pembahasan guna penetapan APBD Jateng 2015,” kata Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi, dikutip Antara.

Politisi PDIP itu mengharapkan, Fraksi Gerindra, PAN, Golkar, dan PKS segera menyerahkan usulan nama anggota komisi ke Sekretariat DPRD Provinsi Jateng. Sehingga kompisisi alat kelengkapan dewan bisa memenuhi semua fraksi.

”Yang penting sekarang adalah keempat fraksi itu mau menyerahkan usulan nama anggota komisi. Kami bekerja bersama dahulu, sehingga tidak ada kepentingan politik atau kepentingan masyarakat yang tersandera,” ujarnya.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Jateng Farida Rahma menyatakan, pihaknya tidak menghambat pembentukan alat kelengkapan. Tetapi menginginkan agar pembentukan alat kelengkapan dewan diulang.

”Kami mengedepankan musyawarah mufakat, kami (semua fraksi) duduk satu meja untuk mencari titik temu,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat fraksi tersebut WO dari rapat paripurna pembentukan alat kelengkapan dewan. Mereka menolak pembentukan itu karena waktu yang diberikan terlalu mepet, dan terkesan tergesa-gesa. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →