Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

BKSDA Jateng Lepas Lumba-lumba ke Laut



Reporter:    /  @ 02:47:40  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

Petugas BKSDA Jateng dibantu warga setempat, melepas ikan lumba-lumba yang ditemukan, ke Pantai Jepara, kemarin. Ikan lumba-lumba masuk kategori satwa langka yang harus dilindungi. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng melepas lumba-lumba, yang ditemukan hari Sabtu (25/10) lalu, di Pantai Blebak, Senin (27/10). Pelepasan satwa langka yang diketahui bottlenose dolphin itu, untuk mengantisipasi kepunahan.

Kepala Satuan Kerja Wilayah I BKSDA Jateng Johan Setiawan mengatakan, hewan mamalia tersebut ditemukan dalam kondisi terjerat jaring milik nelayan. Oleh nelayan tersebut, lumba-lumba itu kemudian dibawa ke kolam tambak. 

”Setelah mendapat laporan itu, kami langsung mendatangi lokasi dan mengidentifikasi hewan mamalia tersebut. Dari hasil identifikasi, lumba-lumba itu berusia 15 tahun dan terluka pada bagian kelopak mata serta punggungnya akibat tergores jaring nelayan,” kata Johan.

Menurut Johan, untuk mengantisipasi kepunahan dari satwa langka tersebut, kami melepas lumba-lumba ke habitat aslinya. Pihaknya tidak akan membiarkan ada satwa langka, khususnya lumba-lumba yang dipelihara secara individu. ”Biar tidak punah dan bisa berkembangbiak dengan baik, maka kami melepas lumba-lumba dengan dibantu dua kapal nelayan setempat,” jelas Johan.

Ketua Jaringan Satwa Indonesia Benvika menambahkan, lumba-lumba temuan seorang nelayan Jepara itu, memiliki panjang tubuh sekitar dua meter dengan berat lebih dari 100 kilogram. Lumba-lumba berjenis kelamin betina itu, banyak dijumpai di sekitar perairan Laut Jawa.

”Lumba-luma ini termasuk berusia dewasa. Lumba-lumba adalah mamalia laut yang dilindungi undang-undang,” ujarnya.

Diketahui, seorang nelayan bernama Mulyadi dan Kemisan, secara tidak sengaja menangkap seekor ikan lumba-lumba jenis bottlenose di Pantai Blebak. Lumba-lumba itu tersangkut jaring ikan milik mereka. 

”Seperti biasanya, saya melempar jaring ke laut. Tiba-tiba, ada lumba-lumba yang masuk jaring,” ucap Mulyadi, Sabtu (25/10).

Kemudian, lanjutnya, lumba-lumba itu ditaruh di kolam wisata sekitaran Pantai Blebak. ”Saat memindahkan dari pantai ke kolam, dibantu enam orang nelayan yang lain,” jelas Mulyadi.

Ia sempat berpikir untuk memanfaatkan ikan tersebut. Karena mengetahui jika lumba-lumba masuk binatang yang dilindungi, ia lantas melapor ke dinas setempat. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →