Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Nelayan dan Bakul di Kecamatan Juwana Mogok Lelang



Reporter:    /  @ 02:47:43  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

Nelayan dan bakul menata ikan yang akan dilelang. Mereka sempat menggelar aksi mogok memprotes tinggi retribusi TPI. (KOMA / Syamsul Falak)

PATI – Nelayan dan para bakul ikan di Kecamatan Juwana, memprotes biaya retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bajomulyo, Juwana, yang terlalu tinggi. Protes itu dilakukan dengan cara mogok lelang, Senin (27/10). Mereka juga sempat mengeruduk kantor TPI setempat.

Mereka menganggap retribusi yang ditetapkan, terllau tinggi dan tak sebanding dengan fasilitas yang ada. Kebijakan retribusi yang diterapkan untuk nelatan yakni sebesar 1,71 persen dari jumlah total berat ikan. Sementara untuk bakul sebesar 1,14 persen. 

Dari pantauan kemarin, di TPI itu terlihat ada sejumlah nelayan dan bakul ikan. Namun mereka tidak mau mengikuti lelang. Perwakilan nelayan Didik Mardiyoni mengatakan, aksi mogok itu sebagai peringatan kepada pengelola TPI agar meninjau ulang besaran retribusi tersebut. 

”Aksi ini untuk menunjukkan sikap kekecewaan kami. Kami baru mau lelang jika retribusi diturunkan. Yani dari Rp 5.000 per kiligram ikan menjadi Rp 1.500/kg. Kami juga meminta perda tentang retribusi ini diubah, dan kami diberi waktu audiensi dengan bupati untuk menyampaikan keluhan ini,” katanya, kemarin.

Sementara KUPT  TPI Bajomulyo Joko Santoso mengatakan, setelah ada pertemuan dengan perwakilan nelayan dan bakul, maka disepakati lelang tetap dilakukan. Namun untuk sementara retribusi diturunkan sesuai keinginan nelayan dan bakul.

”Ini adalah jalan tengah yang kami sepakati, untuk kebaikan bersama. Karena jika tidak ada penyelesaian masalah, justru nanti kasihan para nelayan yang sudah terlanjur bersandar di TPI,” jelas Joko.

Setelah ada kepesepakatan, nelayan dan bakul itu akhirnya membubarkan diri dan mengikuti proses lelang. Namun mereka mengancam, jika dalam waktu tiga hari mereka tidak dipenuhi, mereka akan melakukan aksi mogok lagi. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →