Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

Waspada Kebakaran Jerami



Reporter:    /  @ 01:39:13  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

Peternak di Blora harus mewaspadai tumpukan jerami, sebagai salah satu pemicu kebakaran. Karena, banyak peternak memanfaatkan jerami sebagai stok pangan ternaknya. (KORAN MURIA)

BLORA – Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Blora meminta warga, agar mewaspadai sumber-sumber api yang menyebabkan yang bisa menyebabkan kebakaran. Salah satu yang harus diwaspadai adalah tumpukan jerami. 

Bagi warga yang menjadi peternak, biasanya menimbun jerami sebagai stok makanan ternak, baik di sekitar atau di dalam rumah. Sebab, tidak jarang jerami sebagai pemicu terjadinya percikan api. 

Ketua FKDM Blora Wahono mengatakan, bediang atau perapian pengusir nyamuk di sekitar ternak harus terus dipantau. Hal itu dilakukan, agar nyala api tidak menjalar ke tempat penyimpanan jerami. 

”Semua potensi yang kemungkinan menimbulkan bahaya kebakaran, harus diwaspadai. Contohnya perapian pengusir nyamuk, maupun tumpukan jerami makanan ternak,” kata Wahono, Senin (27/10).

Menurut Wahono, berdasarkan pengalaman yang sudah ada, beberapa kali musibah kebakaran bersumber dari bediang yang apinya menjalar ke tempat penyimpanan jerami. Terlebih lagi, di musim kemarau saat ini, sangat rentan terjadinya kebakaran. 

”Pemilik ternak setiap tahun sudah biasa menyimpan jerami dalam jumlah banyak untuk persediaan pakan. Itu yang harus diwaspadai,” jelasnya. 

Sementara itu, di wilayah hutan di Blora juga rentan terjadinya kebakaran. Hal ini dikarenakan, masih panjangnya musim kemarau tahun ini. Untuk mengatasi hal tersebut, 50 orang perwakilan dari masing-masing Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, memantapkan pola penanggulangan kebakaran hutan.

Wakil Administratur Randublatung Rudi Hantoro menyatakan, pemantapan pola penanggulangan kebakaran hutan sangat penting dilakukan, terutama pada saat puncak musim kemarau. Yakni, proses alami bergugurannya daun jati yang menumpuk di sekitar tanaman, kemungkinan besar menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan. 

”Ini yang perlu kita waspadai, karena kebakaran hutan merupakan salah satu bentuk dari gangguan keamanan hutan jati. Secara riil (kehilangan pohon) kerugian dari kebakaran memang tidak ada, tapi secara ekologis hal ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air dalam hutan,” terang Rudi Hantoro dikutip dari situs KPH Randublatung. (Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →