Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Warga Keluhkan Balapan Liar di Jalur Wolo



Reporter:    /  @ 02:33:13  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

GROBOGAN – Sejumlah warga mengeluhkan aksi balapan liar yang kerap dilakukan anak-anak muda di jalur Wolo, Truko, Kecamatan Penawangan, dan sekitarnya. Aksi kebut-kebutan bersepeda motor itu tidak hanya menyebabkan kecelakaan lalu lintas, namun juga mengganggu kenyamanan pengendara lain yang tengah melintas.

”Kalau mereka sedang kebut-kebutan, saya sangat khawatir dan takut ditabrak. Meskipun sudah beberapa kali dinasihati oleh warga sekitar, namun mereka tetap mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan,” ujar salah seorang pengendara sepeda motor Sari, kemarin.

Menurut dia, aksi kebut-kebutan kerap dilakukan pada siang dan sore hari. Bahkan terkadang mereka masih mengenakan seragam sekolah ramai-ramai berbalapan di jalan umum, khususnya ke arah Wolo.

”Saya berharap petugas Satlantas menertibkan para anak muda yang sering kebut-kebutan di jalan raya. Karena aksi mereka menjadikan orangtua khawatir, pengendara lain takut saat melintas di jalur-jalur yang dijadikan balapan liar,” harapnya.

Sementara itu, berbagai cara dilakukan Satlantas Polres Grobogan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, termasuk kecelakaan akibat balapan liar. Salah satu upaya Polres yakni menggencarkan kampanye safety riding atau keselamatan berkendaraan di jalan raya dengan menggandeng berbagai komunitas otomotif. Sehingga masyarakat mentaati rambu-rambu lalu lintas serta mengetahui tata cara menggunakan alat-alat keselamatan berkendaraan yang benar.

Kapolres Grobogan AKBP Langgeng Purnomo melalui Kasat Lantas AKP Parno mengatakan, anggota komunitas otomotif selalu berinteraksi dengan masyarakat. Selain itu, mereka bisa menjadi contoh bagi masyaralat karena klub-klub sepeda motor atau mobil wajib mengetahui tata cara dalam berkendara selama di jalan, baik secara personal maupun touring.

Apalagi penerapan safety riding merupakan program nasional. Sehingga semua elemen masyarakat harus mendukung dan laksanakan demi terciptanya keselamatan dan keamanan di jalan raya. Setiap pengendara harus mengutamakan keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Sehingga para pengendara harus menyadari arti pentingnya keselamatan saat di jalan raya agar tidak terjadi kecelakaan.

”Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memahami arti pentingnya berkendaraan dengan benar dan mentaati peraturan lalu intas. Sehingga dapat meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya di wilayah hukum Polres Grobogan,” ujar AKP Parno, kemarin.

Berdasarkan data satlantas Polres Grobogan, sejak  Januari – pertengahan Oktober 2014, tercatat 486 kasus kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 83 jiwa. Sedangkan korban luka berat 10 orang, luka ringan 584 orang, dan jumlah kerugian materi Rp 212 juta. Sementara tahun 2013 terdapat 667 kasus kecelakaan dengan korban meninggal 109 jiwa dan kerugian materi Rp 774 juta. (Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →