Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Potensi Wisata Syariah Digenjot



Reporter:    /  @ 02:28:12  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

Menara Masjid Agung Demak berlatar belakang matahari terbenam. Pemprov Jateng tengah mengembangkan potensi wisata religi dan wisata syariah, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari luar negeri. (ANTARA / Andreas Fitri Atmoko)

KOTA SEMARANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng mengembangkan potensi wisata syariah di provinsi setempat. Hal ini untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik, terutama dari kalangan muslim.

”Wisata syariah adalah wisata yang berbasis syariah, seperti restoran dan makanan yang halal. Sehingga wisatawan mendapatkan pelayanan sesuai dengan syariah,” kata Kepala Disbudpar Jateng Prasetyo Aribowo, dikutip Antara.

Menurut dia, wisata syariah berbeda dengan wisata religi. Tapi wisata religi bisa menjadi bagian dari paket wisata syariah, yang ditawarkan untuk dikunjungi wisatawan. ”Sebagai contoh, wisatawan dari Malaysia kalau ke Indonesia senang sekali mengunjungi atau berziarah ke makam para wali,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, perkembangan wisata syariah di Jateng cukup baik. hal ini ditunjukkan dengan jumlah okupansi wisatawan yang terus mengalami kenaikan, dan adanya hotel syariah di Kota Semarang, Surakarta, serta Pekalongan.

”Para penyelenggara wisata syariah berprinsip melayani wisatawan sesuai dengan syariah dan menyediakan paket variasi yang cukup banyak,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen Pemasaran Kemenparekraf Esthy Rekho Astuty menambahkan, potensi wisata syariah di Provinsi Jateng sangat terbuka, karena mayoritas penduduk di Indonesia adalah muslim. ”Hal tersebut harus bisa ditangkap teman-teman di Jateng. Jangan sampai peluang wisata syariah ini dijadikan target market negara-negara lain,” paparnya.

Menurut dia, beberapa negara seperti Jepang, Tiongkok, dan Selandia Baru sudah mempunyai paket wisata syariah, yang siap ditawarkan ke masyarakat.

”Sayang sekali kalau Jateng tidak mengambil peluang tersebut. Karena di provinsi ini menjadi salah satu daerah yang tidak hanya mempunyai potensi wisata religi, tapi juga wisata syariah,” tambahnya.

Ia mengharapkan, dalam paket wisata syariah yang ditawarkan diberikan fasilitas agar para wisatawan muslim dapat menjalankan ibadah shalat lima waktu. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →