Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Akar Pohon Rusak Pipa PDAM



Reporter:    /  @ 01:51:20  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Salah satu sebab banyaknya pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus mengalami kerusakan, ternyata karena akar pohon. Ditambah lagi usia pipa yang sudah puluhan tahun.

Contoh kasus yang terjadi adalah di aliran air daerah Desa Panjang, Kecamatan Bae. Di mana beberapa hari lalu, aliran air PDAM di wilayah tersebut sempat tersendat. Peristiwa itu membuat terganggu aktivitas warga yang menjadi pelanggan air di PDAM.

Direktur PDAM Kudus Achmadi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi karena ada akar pohon yang merusak pipa PDAM di wilayah tersebut. ”Setelah kita cek, ternyata ada akar pohon yang cukup besar, yang kemudian menabrak pipa kita di sana. Sampai akhirnya rusak dan terjadi kebocoran air,” terangnya, saat dihubungi kemarin (27/10).

Akibatnya, aliran air di wilayah tersebut menjadi tersendat. Achmadi meminta maaf kepada pelanggan, jika kejadian itu mengganggu aktivitas yang ada. Namun, sejauh ini pihaknya sudah melakukan penanganan intensif, sehingga diharapkan aliran air di sana segera lancar kembali. ”Kami sudah kerahkan teknisi untuk memperbaiki. Semoga hari ini (kemarin, red) sudah lancar lagi,” katanya.

Diakui Achmadi, akar pohon memang banyak tumbuh di sepanjang pipa PDAM, memang cukup mengganggu. Pasalnya, dulu saat pipa ditanam, akar pohon yang ada masih kecil. ”Tapi akar kan, tumbuh terus menerus. Nah, ketika sudah besar, kena pipa kita. Akhirnya merusak pipa-pipa tersebut,” jelasnya.

Apalagi, sebagaimana dikatakan Achmadi, usia pipa yang sudah mencapai 15-20 tahun, membuat kerusakan tersebut sangat rentan terjadi. Pipa-pipa tua yang ada, memang menjadi perhatian khusus, karena kondisinya yang sangat rentan terkena sejumlah gangguan.

”Kerusakan pipa PDAM akibat akar, memang kerapkali terjadi. Kami juga sedang mencoba untuk memperbaiki ini. Bukan hanya di satu wilayah saja, tapi memang di beberapa wilayah. Makanya, ini menjadi tugas kami untuk bisa memperbaiki seluruh jaringan yang sudah tua. Sehingga akan maksimal untuk bisa melayani pelanggan kami,” katanya.

Namun dikatakan Achmadi, jalur yang ada di Panjang tersebut, memang termasuk jalur yang cukup padat. Apalagi di jam-jam puncak pada pagi dan sore hari, ketersendatan adalah satu hal yang kerap terjadi. ”Teorinya secara gravitasi air dari atas kan, mengalirnya ke bawah. Nah, air yang dari sumur kami di Bae, alirannya akan turun dulu sampai ke Kaliputu dan sekitarnya. Baru kemudian dia mengalir ke Panjang tersebut. Makanya pada saat jam puncak, ketersendatan akan terjadi,” paparnya.

Achmadi menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan sebuah sub sistem aliran air tersendiri, yang nantinya akan mampu melayani wilayah Panjang dan sekitarnya. Sehingga tidak akan lagi mengalami ketersendatan. ”Itu sedang kita siapkan. Mudah-mudahan sistem tersebut, akan membuat pelanggan yang ada di daerah Panjang dan sekitarnya, bisa terlayani dengan baik,” jelasnya. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →