Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Pemkab Rembang Kaji Izin Pendirian Rumah Sakit Baru



Reporter:    /  @ 01:44:00  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

REMBANG – Pemkab Rembang tengah mengkaji secara mendalam izin pendirian rumah sakit di Desa Tasiksono, Kecamatan Lasem, yang diajukan BMT Bus Lasem. Dengan berdirinya rumah sakit tersebut, pemkab berharap dapat menjadi salah satu pilihan tempat berobat warga Rembang, apalagi saat ini pasien RSUD Rembang sudah melebihi kapasitas. 

”Setiap hari banyak pasien indent kamar, pasien menumpuk di UGD,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz, saat menerima kunjungan rombongan dari Universitas Muria Kudus (UMK) di ruang kerjanya, Senin (27/10).

Selain itu,  berdirinya rumah sakit tersebut diharapkan mampu menjadi tambahan daya tarik untuk mengundang dokter spesialis agar mau bertugas di wilayah Rembang. Hal itu karena saat ini Rembang kekurangan tenaga dokter, terutama dokter spesialis. 

”Untuk itu sangat menyambut baik dengan ada rencana pendirian Fakultas Kedokteran UMK,” katanya.

Ketua rombongan sekaligus Rektor UMK Dr Suparnyo SH MS mengatakan, pendirian fakultas kedokteran sebenarnya sudah pernah diusulkan pada tahun 2009. Namun saat itu terdapat masalah kompetensi lulusan kedokteran di Indonesia, sehingga ada moratorium pendirian fakultas baru kedokteran dan mulai dibuka lagi pada tahun 2015 mendatang.

Menurutnya, peletakan batu pertama fakultas kedokteran UMK Kudus juga akan dilakukan awal tahun depan bersama rumah sakit pendidikannya. Selain fakultas kedokteran, UMK juga berencana membuka program studi baru. Antara lain matematika, IPA, bahasa Indonesia, teknik industri, dan S2 manajemen pendidikan. (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →