Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Warga Jateng Rawan Tertipu Investasi



Reporter:    /  @ 01:33:30  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Dari total seluruh penduduk dewasa di Jateng, hanya 30 persen yang melek keuangan. Sedangkan selebihnya pengetahuan tentang keuangan masih minim, sehingga rawan menjadi korban penipuan pada investasi bodong.

”Menurut data kami masih sekitar 70 persen masyarakat yang belum paham terkait keuangan, dan bagaimana kinerja lembaga jasa keuangan. Serta apa untung ruginya, ketika mereka menjadi nasabah pada perusahaan tersebut,” kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan Kantor (OJK) Regional IV Jateng-DIY Santoso Wibowo, kepada Antara.

Dari persentase tersebut, artinya baru 1 dari 4 orang yang paham betul mengenai lembaga keuangan. Menurutnya, hasil survei yang dilakukan OJK kepada masyarakat, dari beberapa jenis lembaga jasa keuangan, pasar modal adalah lembaga yang paling tidak dipahami masyarakat.

Dari 100 persen hasil survei terhadap 1.000 responden, 37,22 persen masyarakat paham tentang perbankan. Selanjutnya yang memahami tentang asuransi ada 22,52 persen, pegadaian 20,41 persen, lembaga pembiayaan 10,44 persen, dana pensiun 7,10 persen, dan pasar modal 2,32 persen.

”Dari data tersebut terlihat bahwa masyarakat paling paham tentang perbankan. Sedangkan mengenai pasar modal masih sangat banyak yang belum paham,” jelasnya.

Pihaknya merasa perlu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. untuk meningkatkan literasi keuangan di semua lini masyarakat.

”Kami berupaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi keuangan tinggi. Sehingga mereka dapat memilih dan memanfaatkan produk serta jasa keuangan, untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Beberapa langkah yang tengah dilakukan OJK di antaranya, melakukan edukasi di bidang keuangan kepada masyarakat. Agar dapat mengelola keuangan secara cerdas, serta meningkatkan akses informasi, serta penggunaan produk dan jasa keuangan, melalui pengembangan infrastruktur pendukung literasi keuangan. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →