Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Butuh Perawatan dan Perlakuan Khusus



Reporter:    /  @ 01:29:53  /  28 Oktober 2014

    Print       Email

Musang termasuk golongan hewan omnivora atau pemakan segala. Menurut Fajar, musang merupakan salah satu hewan tidak lazim yang dapat dipelihara di dalam rumah dan bisa jinak. Fajar juga membagi tips bagaimana memelihara musang yang baik, serta bagaimana membentuk musang liar menjadi lebih jinak.

”Lebih baik memelihara musang itu sejak bayi. Atau setidaknya umur dua bulan, agar mudah mengenal si pemeliharanya. Dan bisa cepat jinak. Untuk cara pemberian makanan bagi bayi musang, yaitu dengan diberi susu bayi dengan menggunakan pipet, sampai  musang berumur dua bulan. Setelah dua bulan bisa diberi makan pisang dan lainnya. Beri buah-buahan atau nasi. Supaya naluri alamiah liarnya bisa diminimalisir,” paparnya.

Fajar mengatakan, harus memperhatikan jam-jam makannya. Karena musang sangat betah sekali tidak makan. Paling musang hanya ingin makan sehari sekali, selanjutnya sang empunya juga rajin memberikan camilan yang berupa biskuit untuk kucing. Karena belum ada biskuit khusus untuk musang.

”Keluhannya para pemelihara ya musang sering susah makan, mudah trauma, sensitif terhadap perubahan cuaca. Saya pribadi memberi makan nasi dikasih kecap, selingan dikasih bubur sun, dan susu untuk bayi 0-3 bulan,” katanya.

Fajar menambahkan, bahwa perawatan musang lebih mudah dan tidak serumit memelihara kucing. Musang bisa dimandikan seminggu sekali, dengan menggunakan shampoo. Cara pemberian makanan juga tergantung pada setiap pemelihara, bisa sehari tiga kali bahkan sehari sekali.

”Jika musang berada di tempat baru, paling tidak dia beradaptasi terlebih dahulu selama beberapa menit. Tingkahnya dalam beradaptasi juga beragam tergantung jenis musangnya. Begitu juga dalam perawatan sejak bayi. Tiap musang berbeda-beda,” tuturnya.

Fajar mengaku untuk mempelajari bagaimana cara merawat dan memelihara musang, ia peroleh dari dari hasil sharing sesama komunitas melalui media sosial. Tak jarang juga ia browsing lewat internet. Atau juga bertanya langsung ke dokter hewan. (Titis Ayu)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →