Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Penemuan Lumba-Lumba Gegerkan Warga



Reporter:    /  @ 02:47:39  /  27 Oktober 2014

    Print       Email

Warga melihat ikan lumba-lumba di Pantai Blebak, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, kemarin. Keberadaan lumba-lumba yang ditemukan warga membuat geger. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Warga Blebak, Kecamatan Mlonggo digegerkan dengan penemuan seekor ikan lumba-lumba berukuran 2 meter dengan berat sekitar satu kuintal. Ikan langka itu ditemukan oleh salah seorang nelayan.

Diketahui, nelayan yang menemukan adalah Mulyadi (50). Nelayan yang merupakan warga Blebak, ini tidak sengaja menemukan ikan lumba-lumba, usai menempuh perjalanan dua jam dari Pantai Blebak.
Mulyadi mengatakan, dirinya menemukan lumba-lumba secara tidak disengaja. Tepatnya saat dirinya tengah melaut. Ketika itu ia bersama salah seorang rekannya, Kemisan (51). Ia mengaku sebelumnya tidak mengetahui jika lumba-lumba masuk kategori binatang laut yang dilindungi oleh negara.
”Saat saya jaring seperti biasanya, tiba-tiba ada lumba-lumba yang masuk dijaring. Kemudian saya angkat dan bawa ke darat karena gak tau kalau dilindungi,” papar Mulyadi, Sabtu (25/10).
Dia menceritakan, setelah sampai di darat yaitu di Pantai Blebak, segera mengikat lumba-lumba, sekitar pukul 06.00 WIB. Tujuannya, agar lumba-lumba tersebut agar tidak hilang. Kemudian, ia taruh di kolam wisata di sekitaran Pantai Blebak dengan harapan dapat dilihat oleh para pengunjung yang datang.
”Saat memindahkan dari pantai ke kolam, diangkat enam orang, sangking beratnya,” ungkapnya.
Lantaran tidak mengetahui jika lumba-lumba dilindungi negara, ia sempat berpikir akan memanfaatkan ikan tersebut. Namun sayang, bukannya beruntung, justru ia rugi lantaran lumba-lumba yang ia dapatkan telah memakan sebagian besar ikan tangkapannya saat di kapal. Justru ikan lumba-lumba tersebut tak dapat dimanfaatkan.
”Ikan yang saya tangkap dimakan sama lumba-lumba, kalau dijual ikan kecil-kecil itu harganya bisa sampai jutaan,” keluhnya.
Selain hasil ikan yang ia tangkap dimakan lumba-lumba, ia juga mengalami kerugian dari alat melaut yang ia miliki. Terutama jaring yang digunakan. Sebab, ukuran besar dan ganasnya lumba-lumba, mengakibatkan jaring yang baru saja ia beli itu rusak.
”Tapi Alhamdulillah, katanya ada bantuan dari Dinas untuk memperbaiki jaring saya,” katanya.
Dia menambahkan, petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan menemuinya guna mengajak bermusyawarah terkait dengan penemuannya tersebut. Hasilnya, hari ini lumba-lumba itu dilepas ke tengah laut kembali. (Wahyu KZ / Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →