Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Petani Tembakau di Kabupaten Rembang Tak Paham Kualitas Tembakau



Reporter:    /  @ 02:40:39  /  27 Oktober 2014

    Print       Email

Salah seorang petani tembakau di Desa Pinggan, Kecamatan Bulu, menjemur tembakau hasil rajangan di halaman rumah. Hingga kini petani tembakau di Kabupaten Rembang belum pernah mendapat pengetahuan tentang kualitas tembakau. (KOMA/Ahmad Feri)

REMBANG – Berakhirnya panen raya tembakau di Kabupaten Rembang menyisakan sejumlah catatan penting bagi kalangan DPRD setempat. Selain adanya tembakau yang tak terbeli karena berkualitas buruk, sampai saat ini para petani belum mendapatan edukasi atau pemahaman tentang kualitas tembakau secara detail dan jelas.

Anggota DPRD Rembang dari Fraksi PDI Perjuangan dan Nasdem Muhammad Bahaud Duror menyatakan, para petani harus mendapat pemahaman dan penjelasan tentang bagaimana cara mengetahui klasifikasi kualitas tembakau. Sebab berdasarkan pengalaman pembelian tembakau tahun ini, masih ada sekitar belasan kriteria kualitas tembakau yang ditetapkan oleh PT Sadana Arif Nusa selaku mitra petani tembakau.
”Sebelum melakukan masa tanam tahun depan, para petani kami harapkan diberikan pembelajaran secara detail tentang bagaimana mengetahui klasifiasi kualitas tembakau. Para petugas harus lebih terbuka dalam menentukan kualitas tembakau. Apalagi pengalaman pembelian kemarin sempat ada perbedaan antara petugas dalam menentukan grade tembakau,” ujar pria yang akrab disapa Baha’ itu kepada Koran Muria, Sabtu (25/10), kemarin.
Caleg terpilih dari Dapil VI ini juga mengatakan,  tembakau Rembang bukan tembakau utama, namun hanya tembakau tambahan. Sebab tembakau utama yang digunakan oleh Sampoerna dipasok dari Madura.
”Dengan kata lain tembakau Rembang memang dibutuhkan namun karena bukan bahan baku utama dan hanya tambahan, maka tembakau yang dibutuhkan tidak terlalu banyak untuk produksi rokok,” kata Baha’.
Ia berharap agar petani mengetahui bagaimana cara agar tembakau yang mereka tanam bisa masuk
kualitas ekspor. Dia kembali menegaskan bahwa yang harus dipertegas pada masa tanam tembakau berikutnya adalah tentang penjelasan kualitas tembakau.
”Harus ada penjelasan yang gamblang dari PT Sadana, tembakau kualitas ekspor variabelnya apa saja, lalu kualitas yang bagus itu begini, dan uji kualitas tembakau juga harus dilakukan terbuka. Saat ini kami masih terus mempelajari benang merahnya, apakah ada permainannya atau tidak,” imbuhnya. (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →