Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Kirab Jenang Tebokan Menjadi Agenda Tahunan



Reporter:    /  @ 02:26:40  /  27 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Acara Kirab Jenang Tebokan menjadi kegiatan yang rutin dalam setiap tahun di desa Kaliputu. Bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir saja, namun juga jauh sebelumnya sudah menjadi ritual wajib yang dilakukan masyarakat di Kaliputu. Kegiatan tradisi Tebokan Jenang atau arak-arakan jajanan khas Kudus tersebut juga dilaksanakan sebagai perayaan 1 Muharam 1436 Hijriah.

Tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun ini, dalam lima tahun terakhir telah dikemas lebih menarik. Sehingga banyak partisipasi dari masyarakat dan juga para pengusaha jenang.
Pada arak-arakan tersebut ratusan masyarakat juga ikut memadati jalan-jalan desa, untuk melihat tradisi ini. Mengingat Desa Kaliputu sendiri merupakan sentra jenang yang ada di Kudus.
Panitia Kegiatan sekaligus Kepala Dusun (Kadus) II Desa Kaliputu, Darussalam mengatakan, jauh sebelum dirancang secara ramai, semua warga sudah melakukan tradisi tersebut. Hanya saja, sebelumnya terkesan sederhana dan tidak seramai saat ini.
”Kalau sebelumnya hanya melakukan arak-arakan dari rumah warga menuju balai desa saja. Itu sudah berjalan sangat lama, bahkan sebelum saya berada di sini. Bagi masyarakat, tradisi tersebut tidak dapat dipisahkan lagi,” kata Darussalam, kepada Koran Muria, kemarin.
Menurutnya, dalam kirab tersebut yang dirancang dan melibatkan banyak kalangan masyarakat, baru terselenggara lima tahun terkahir. Hal tersebut dilakukan setelah mendapatkan dorongan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, lima tahun lalu.
Dia mengatakan, untuk mensukseskan kegiatan tersebut, membutuhkan waktu sampai 1,5 bulan secara penuh untuk mempersiapkannya. Dan khusus untuk tahun ini, dilakukan persiapan dengan waktu yang berdekatan dengan hari H acara. Meski demikian, tidak mengurangi kemeriahan kegiatan tersebut.
”Sudah menjadi kegiatan yang rutin. Jadi ya sudah biasa melakukannya. Lagi pula rutenya juga sama setiap tahunnya. Jadi tinggal mengevaluasi saja kekurangan dari tahun sebelumnya apa yang kurang, kita benahi di tahun ini,” ujarnya.
Menurut dia, rute yang harus dilalui peserta kirab dimulai dari gang 1 Kaliputu, kemudian peserta kirab akan berjalan ke utara sampai pertigaan Bacin, kemudian membelok ke timur. Para peserta kirab melanjutkan kembali sampai pertigaan Gor Kaliputu, lalu dilanjutkan ke barat sampai kembali ke tempat finalnya di balai desa Kaliputu.
Dia menambahkan, finalnya dari awal dilakukan di balai desa. Lokasi itu dipilih berdasarkan pandangan masyarakat, yang menyebutkan balai desa sebagai pusat pemerintahan. Pada tahun-tahun sebelumnya, rute final kirab Jenang Tebolam juga dilakukan di balai desa. (Faisol Hadi/ Titis Ayu)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →