Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Persijap Harus Belajar dari Kebangkitan Arema



Reporter:    /  @ 21:00:01  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Aksi Fatkul Manan saat laga Persijap kontar Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, 15 Agustus 2014. (KOMA/SUNDOYO HARDI)

JEPARA – Manajemen Persijap terancam terjebak dan sulit kembali ke Indonesia Super League (ISL) jika pada kompetisi Divisi Utama tak dipersiapkan secara matang. Pengalaman dari beberapa klub yang terdegradasi ke kasta kedua menunjukkan sulit kembali ke kasta tertinggi tanpa upaya istimewa.
Dalam satu dekade terakhir, beberapa klub terbukti oleng setelah terperosok di kasta kedua, seperti PSIS Semarang yang terdegradasi ke Divisi Utama sejak musim 2008/2009 lalu hingga saat ini masih berjuang keras agar mampu kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia.
Sejak terdegradasi pada 2008/2009, sudah empat musim PSIS tampil di kasta kedua. Musim lalu, kesempatan untuk kembali ke kasta tertinggi sempat terbuka. Namun, PSIS yang saat itu dibesut Firmandoyo, kandas di Babak 12 Besar. Musim ini, kesempatan tersebut datang lagi. PSIS yang ditangani Eko Riyadi memiliki kesempatan untuk menggantikan Persijap sebagai wakil Jateng di ISL.

Contoh lain misalnya perjuangan istimewa dari klub Jawa Timur. Sebut saja Deltras Sidoarjo, Persik Kediri, serta Persekabpas Pasuruan yang harus berjibaku agar sampai pada kasta tertinggi.
Hanya Arema Malang yang sukses kembali ke level tertinggi hanya semusim setelah terperosok ke kasta di bawahnya pada 2003. Namun saat itu kondisi Arema sangat istimewa. Mereka mampu membangun tim terbaik di bawah pengelolaan PT Bentoel Prima, walau bermain di Divisi I.
Tim lain tak demikian. Persik harus menunggu hingga tiga musim untuk kembali ke ISL. Deltras juga naik-turun dan kini kembali berada di Divisi Utama. Persekabpas Pasuruan malah lebih parah, terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.
Fenomena tersebut bisa menjadi perenungan bagi Persijap yang terdegradasi ke Divisi Utama. Pemerhati Sepakbola Jepara, Lilik Ferianto mengatakan, Persijap harus mampu membaca
pengalaman-pengalaman dari klub yang sempat terdegradasi ke Divisi Utama dan berhasil bangkit.
”Hal itu penting agar Persijap tidak terlena, tidak meremehkan kompetisi kasta kedua Liga Indonesia. Apalagi, di Divisi Utama persaingan juga sangat ketat,” kata Lilik kepada Koran Muria, Jumat (24/10) kemarin.
Menurutnya, langkah paling strategis memang harus segera melakukan langkah cepat untuk mempersiapkan tim yang lebih kompetitif di Divisi Utama. (WAHYU KZ/SUNDOYO HARDI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →