Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Ancaman Black List Bagi Kontraktor Nakal



Reporter:    /  @ 20:21:28  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Pekerja pembangunan jembatan Linggamas mengamati warga yang memanfaatkan jasa perahu untuk menyeberangi Sungai Klawing yang menghubungkan Kabuten Banyumas dan Purbalingga, di Desa Petir, Kalibagor, Banyumas. Pemprov menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,1 triliun untuk infrastruktur jalan dan jembatan. (ANTARA/IDHAD ZAKARIA)

KOTA SEMARANG – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengancam akan mem-black list kontraktor yang kerjanya asal-asalan, atau nakal. Ancaman ini diberikan untuk memperingatkan para rekanan yang mengerjakan proyek infrastruktur benar-benar digarap secara serius.
”Rakyat sudah banyak yang protes. Jalan kok rusak terus. Salah satunya karena kualitas yang buruk. Saya lagi inventaris kontraktor-kontraktor sing apik. Sing elek-elek buang wae. Sing apik-apik mau saya kumpulkan, biar kualitasnya pembangunan di Jateng bagus. Inilah yang coba kita perbaiki,” katanya dikutip jatengprov.go.id, kemarin.
Ditambahkan, bagi kontraktor yang kualitas pekerjaannya bagus akan didata dan direkomendasikan pada proyek pembangunan infrastruktur selanjutnya.

Lebih lanjut Ganjar menyampaikan, pada tahun 2014 Pemprov Jawa Tengah telah mengeluarkan anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan senilai Rp 1,2 triliun. Jumlah itu kurang Rp 300 juta dari yang ditargetkan, karena tidak disetujui DPRD.
Namun pada tahun 2015 anggaran akan ditingkatkan menjadi Rp 2,1 triliun. Peningkatan anggaran infrastruktur ini, akan memperbanyak pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Perbaikan akan diprioritaskan di daerah perbatasan Jawa Tengah dengan Jawa Barat, Jawa Timur, dan DIY.
”Jadi nanti titik-titik kabupaten yang berhubungan dengan provinsi lain akan kita prioritaskan dulu. Malu lah kalau jalannya jelek,” pungkasnya
Hal itu dikatakan Ganjar seusai meninjau sejumlah proyek infrastruktur yang ada di Jateng, di antaranya peningkatan jalan sangkal putung – BTS Boyolali, serta perbaikan jalur evakuasi Merapi (Barat) Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, hingga Dukuh Butuh, Desa Bawukan, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.
Ganjar memberikan apresiasi kepada Pemkab Klaten yang membangun jalur evakuasi menggunakan konstruksi beton bertulang, sehingga tidak cepat rusak.
”Ini kalau hanya ditambal saja paling tiga tahun sudah remuk lagi. Kalau begini bisa bertahan lima belas tahun, bahkan hingga 20 tahun, kalau perawatan serta konstruksinya baik dan benar. Ini yang kita dorong untuk kita kerjakan,” tukasnya. (ALI MUNTOHA)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →