Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Peserta Lomba Rancang dan Peragaan Busana Wajib Berbatik Motif Khas Grobogan



Reporter:    /  @ 20:11:00  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Pekerja menyelesaikan proses membatik tulis khas Grobogan dengan motif jagung di Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi, kemarin. (KOMA/NUROKHIM)

GROBOGAN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Grobogan, segera menyelenggarakan lomba rancang dan peragaan busana batik bermotif khasdaerah tersebut. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 29 November mendatang itu, bertujuan untuk meningkatkan dan mendorong pertumbuhan kerajinan produk unggulan daerah,
Ketua Dekranasda Kabupaten Grobogan Dyah Naryani Bambang Pudjiono mengatakan, kegiatan tersebut akan melombakan dua kategori busana kerja pria dan wanita  berhijab maupun nonhijab. Peserta lomba hanya berlalu bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMD, BUMN, perbankan, atau kecamatan di wilayah  Grobogan.
”Para peserta lomba wajib memakai busana batik khas Grobogan dari hasil karya penrajin setempat,” ujar Dyah Naryani Bambang Pudjiono, kemarin.

Menurutnya, pagelaran busana ini sebagai wadah bagi para perancang busana dan perajin batik untuk menunjukkan hasil karyanya. Sebab, perajin dan perancang merupakan simbiosis mutualisme.
Sedangkan untuk penilaian, lanjut dia, meliputi kreativitas, keunikan, dan tren mode busana. Selain itu, penampilan busana hasil rancangan peserta saat peragaan juga masuk kategori penilaian.
Ia menjelaskan, bahan utama bermotif batik khas Grobogan dapat dipadukan dengan bahan lain atau  dengan perbandingan 75 persen bahan utama dan bahan lain 25 persen. Untuk sketsa dan surat tugas dikirimkan ke sekretariat lomba paling lambat 20 November 2014.
”Sketsa dikirim ke kantor tim Penggerak PKK Grobogan di Jalan S Parman Nomor 21 Purwodadi. Setiap perwakilan atau instansi mengirimkan dua peserta pria dan wanita untuk memperagakan hasil rancang busana yang akan dihelat di pendapa kabupaten,” katanya.
Kepala Seksi Bina Usaha dan Pemasaran Disperindagtamben Grobogan Nani Rachmawati berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan mutu dan nilai jual, memajukan komoditas tekstil, serta mengangkat eksistensi batik khas Grobogan.
”Saat ini ada 40 Kelompok Usaha Bersama (KUB) batik tulis khas Grobogan. Sedangkan untuk pemasaranya, batik khas Grobogan yang dibuat oleh para perajin yang tergabung dalam KUB dapat terus menunjukkan peningkatannya,” imbuhnya.(NUROKHIM/SUMARNI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →