Loading...
You are here:  Home  >  Seni & Budaya  >  Artikel ini

Penataan Situs Perahu Kuno Digelontor Rp 1,5 M



Reporter:    /  @ 19:52:15  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Sejumlah pengunjung berkerumun di kawasan situs kapal kuno di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, belum lama ini. Pemkab Rembang bakal menerima dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,5 miliar untuk penataan kawasan situs perahu kuno. (KOMA/AHMAD FERI)

REMBANG – Pemkab Rembang bakal menerima dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 1,5 miliar. Seluruh dana tersebut untuk penataan kawasan situs perahu kuno di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang. Selain untuk menata  situs yang diperkirakan berusia lebih tua dari Candi Borobudur itu, pemerintah desa setempat berharap kawasan Pantai Karangjahe juga dibenahi.
”Sesuai rencana, tahun depan pemerintah pusat akan menggelontorkan dana Rp 1,5 miliar untuk menata situs perahu kuno. Namun saat ini masih ada sedikit kendala karena sebagian lokasi situs menempati sebagian lahan bengkok perangkat desa, karena sementara ini memang belum mendapatkan lahan pengganti,” ujar Kepala Desa Punjulharjo Rembang, Muntholib, kemarin.
Selain melengkapi sarana pra sarana di sekitar situs perahu kuno, Muntholib berharap ada penataan pesisir pantai. Sebab lokasi wisata Pantai Pasir Putih Karangjahe berdekatan dengan lokasi situs perahu kuno. Menurutnya, perpaduan wisata pantai dan sejarah akan semakin menarik wisatawan.

”Kami memiliki pandangan bahwa prospek penataan lokasi wisata ke depan cukup bagus. Karena lokasi wisata ini sangat menarik dan mampu mendatangkan para wisatawan,” kata Muntholib.
Penjaga situs perahu kuno Punjulharjo Idhomatus Surur menjelaskan, situs tersebut ditemukan warga terpendam di dalam tambak pada 2008 lalu. Panjang perahu mencapai 15 meter dengan lebar sekitar empat meter, dan umur perahu diperkirakan lebih tua dibandingkan Candi Borobudur. Namun seiring berjalannya waktu, kondisi perahu lama kelamaan terancam rusak karena pengaruh kadar garam air laut.
”Balai Kepurbakalaan berencana melakukan pencampuran dengan bahan kimia khusus, untuk menghilangkan kandungan garam. Setelah selesai akan dilanjutkan perendaman cairan lainnya. Pada November besok akan dimulai dan butuh waktu setidaknya empat tahun agar kayu perahu yang lapuk menjadi keras. Kemudian  tahun 2019 perahu kuno akan diangkat,” papar Idhomatus. (AHMAD FERI/SUMARNI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →