Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Oknum Polisi Aniaya Warga



Reporter:    /  @ 19:47:51  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Korban kekerasan oknum polisi terbaring di ranjang rumah sakit, kemarin. Di sebelahnya saudaranya menunjukkan surat laporan penganiayaan ke polisi.(KOMA/SYAMSUL FALAK)

PATI – Seorang oknum polisi berinisial SJ, yang bertugas di jajaran Polres Pati, dilaporkan telah melakukan penganiataan terhadap Zuliati (39), warga Desa Rogomulyo, Kecamatan Kayen. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka dan harus dirawat di RS Mitra Bangsa Pati.
Korban menyatakan telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke pihak berwajib. Zuliati menceritakan, ia mendapat penganiayaan itu saat hendak menjual rumah dan tanah, di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen.
Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba korban dipukul menggunakan tongkat polisi pada bagian paha dan kaki kirinya, serta didorong hingga terjatuh. Selain itu, korban juga dipukul di bagian mata kanan hingga memar.
”Awalnya, saya mengantar calon pembeli yang berniat untuk membeli tanah milik saya. Baru saja sampai lokasi, tiba-tiba dia (pelaku) bersama anak laki-lakinya langsung marah-marah, dan  memukuli saya,” katanya, kemarin.

Menurut dia, beberapa saat kemudian datang dua polisi dari Polsek Kayen. Namun menurut pengakuannya, dua polisi itu tak berbuat apa-apa, dan membiarkan pelaku memukuli korban.
”Padahal saya sudah di dalam mobil polisi, tetapi saya masih dipukuli dan sempat beberapa kali pukulanya kena muka  dan mata saya.,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi Utomo saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah telah mendapatkan laporan terkait kasus penganiayaan tersebut.
”Hingga saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan atas laporan tersebut. Anggota yang bersangkutan akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” terangnya.
Agung juga menjelaskan diduga motif kejadian ini dilatar belakangi soal sengketa jual beli tanah oleh pelaku dan korban. Korban mengklaim sebagai pemilik sah atas rumah tanah yang saat ini masih ditempati SJ. Tetapi SJ juga mengklaim tidak pernah menjual tanah dan rumah yang menjadi tempat tinggal selama ini. (SYAMSUL FALAK/ALI MUNTOHA)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →