Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Tak Ada TKI yang Meninggal di Malaysia



Reporter:    /  @ 19:32:51  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Kasi Pengawasan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakretrans) Jepara Muryanto mengatakan pada akhir September lalu, pihaknya mendapat berita dari Kedutaan Besar RI di Malaysia, jika ada warganya yang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) meninggal dunia. Dalam berita acara itu disebutkan, jika TKI yang meninggal dunia itu bernama Badriyah, warga Muryolobo, Kecamatan Nalumsari.
”Kami langsung identitas Badriyah di Desa Muryolobo. Ternyata, tidak ada keluarganya di sana,” kata Muryanto ketika dihubungi Koran Muria, Jumat (24/10).
Bahkan, lanjut Muryanto, dirinya karena belum puas dengan informasi yang didapat, sempat mendapati kepala Desa Muryolobo. Dia meminta mencarikan sanak keluarga dari Badriyah yang dilaporkan merupakan warga Muryolobo.
”Satu-satunya informasi yang kami dapat adalah paspor sekali jalan, bukan paspor tinggal di Malaysia. Sehingga, identitas lengkap seperti RT dan RW tidak tercantum,” jelasnya.

Karena tidak ada informasi mengenai keberadaan keluarga Badriyah itu, jelas Muryanto, pihaknya segera mengontak Kedutaan Besar RI di Malaysia. Dalam laporannya, menerangkan, jika TKI dengan nama Badriyah bukan warga Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari. ”Akhirnya, jenazahnya tidak jadi diterbangkan ke Indonesia tapi dimakamkan di Malaysia,” imbuhnya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, jelas Muryanto, dirinya mengimbau kepada warga Jepara agar tidak memilih jalan menjadi TKI. Karena, menjadi TKI tidak selamanya berujung pada peningkatan perekonomian keluarganya. Sebab, tidak jarang banyak TKI yang justru mengalami nasib tragis di tempat kerjanya.
”Masih banyak terdapat masalah, jika bekerja di luar negeri menjadi TKI. Yang paling sering dialami adalah kekerasan fisik. Hal itu dikarenakan persoalan mendasar, yaitu perbedaan bahasa dan budaya,” ujar Muryanto.
Oleh karena itu, lanjut Muryanto, saat ini pihaknya sedang melakukan pengawasan dan mencatat sejumlah permasalahan yang dialami TKI asal Jepara. Termasuk, mendata berapa jumlah warga Jepara yang berkerja di luar negeri sebagai TKI.
”Pilihan menjadi TKI, seharusnya jadi pilihan terakhir atau sebagai alternatif dalam mencari pekerjaan. Usahakan, tetap mencari pekerjaan di kota sendiri atau di dalam negeri,” tandasnya. (WAHYU KZ/ARIES BUDI)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →