Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Langgar Aturan, PKL Gor Ditertibkan



Reporter:    /  @ 19:16:40  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Dagsar dengan dibantu Satpol PP sedang menertibkan gerobak yang berada di bahu jalan di kawasan Gor Kudus untuk diamankan karena mengganggu lalulintas dan keindahan. (KOMA/WAHYU KRISTIANTO)

KUDUS – Menjelang penilaian Adipura, pedagang kaki lima (PKL) di Gor ditertibkan. Karena menurut Sudiharti, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengolahan Pasar (Dagsar) Kudus, para pedagang sudah melanggar aturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan banyak pedagang yang berjualan dipinggir jalan, yang tentunya juga tidak diperbolehkan.
Kemarin (24/10) mulai pukul 08.00 WIB. Dasgsar dibantu dengan Satpol PP menertibkan pedagang yang melanggar aturan tempat berjualan. Para pedagang menggelar lapak jualannya, melebihi batas yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak ada perlawanan dari pedagang, karena mereka menyadari bahwa mereka telah melanggar aturan.
Ada beberapa gerobak yang harus diambil Satpol PP untuk diamankan. Dikarenakan lapak atau gerobak mereka, tidak ditempatkan semestinya, yang hanya digeletakkan begitu saja di pinggir jalan.

Untuk penertiban kemarin difokuskan pada kawasan Gor saja. Namun menurut Sudiharti, itu hanya sebagian saja. Karena tentu masih banyak titik yang perlu ditertibkan. Dia juga menjelaskan, bahwa penertiban ini punya tujuan baik, agar tidak mengganggu arus kendaraan yang melintas dan tidak merusak pemandangan kota.
”Sementara yang di Gor ini yang dibersihkan dahulu, agar jauh dari kesan kumuh. Tujuannya biar rapi, biar indah dan yang berjualan tidak mengganggu arus lalu lintas dan pemandangan indah kota,” kata Sudiharti kepada Koran Muria (24/10).
Dia mengatakan, bahwa pedagang yang berada dan menempati wilayah Gor tersebut, tidaklah dilarang untuk berjualan. Namun, mereka harus tertib sesuai tempat yang diperbolehkan.
Menurutnya sudah sering sekali mereka diberikan solisalisai oleh Dinas Pariwisata, namun memang sulit untuk diatata dan diajak menciptakan lingkungan kota yang rapi dan indah.
”Sering kali kita berikan sosialisasi melalui pariwisata, karena tempat ini milik dinas pariwisata. Karena pihak dinas pariwisata sudah kualahan, baru kita terjun untuk menangani bersama-sama,” imbuh Sudiharti. (WAHYU KRISTIANTO/TITIS AYU)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →