Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Jangan Apriori Pada BPBD



Reporter:    /  @ 19:09:29  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Beragam kasus yang menimpa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus saat ini, diharapkan tidak membuat masyarakat menjadi apriori terhadap lembaga tersebut.
Hal itu dipesankan khusus Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Ali Rifa’i, yang dulunya adalah mantan kepala Kantor Kesbangpollinmas. Menurutnya, BPBD adalah aset yang sangat berharga bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan masyarakat pada umumnya.
”Terutama saat ada bencana. BPBD adalah garda terdepan dalam upaya mengatasi hal tersebut. Mereka siap untuk ditugaskan kemana saja, dalam membantu para korban bencana alam,” ujarnya, belum lama ini.
Bahkan, menurut Ali, mereka yang bertugas di BPBD adalah juga ”korban” dalam setiap peristiwa bencana yang terjadi. Yang dimaksudkan di sini adalah bagaimana para personel tersebut senantiasa harus siap untuk berada di lapangan selama 24 jam, mengatasi persoalan bencana.
”Mereka sudah berkorban banyak. Meninggalkan keluarga, mengesampingkan kepentingan pribadi, supaya para korban bencana alam bisa tertangani dengan baik. Karena itu, mereka harus mendapat apresiasi tersendiri,” paparnya.
Ali mengatakan, misi kemanusian yang dijalankan anggota BPBD, harus mendapat back up dari seluruh masyarakat. Terutama sekali adalah para relawan yang memang juga memiliki peran lebih. ”Makanya, meski ada kasus-kasus yang terjadi di BPBD, jangan sampai apriori. Jangan pandang jelek BPBD. Harus didukung terus,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, berbagai kasus saat ini tengah menimpa BPBD Kudus. Mulai dari dugaan korupsi pengadaan logistik bencana, sampai yang terakhir adalah pembelian perahu sekoci yang tengah diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus. Beberapa pejabat di dalamnya, atau yang pernah berada di BPBD, juga sudah ditahan. Inilah yang membuat lembaga pemerintah tersebut, menjadi sorotan beberapa bulan terakhir ini.
Kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, juga diakui Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan. Menurutnya, apa yang kemudian terjadi di BPBD, memang membuat down para staf atau pegawai yang bekerja di dalamnya.
”Memang sangat terasa bagaimana mereka sangat terganggu dengan kondisi ini. Rata-rata memang timbul rasa khawatir dalam melaksanakan tugasnya. Tapi saya selalu menekankan untuk terus optimistis. Jangan menyerah. Tugasnya masih banyak,” katanya.
Salah satu yang harus dihadapi dalam waktu dekat ini, menurut Bergas, adalah persiapan menghadapi musim penghujan yang sebentar lagi datang. Pasalnya, sebagaimana yang sudah pernah terjadi sebelumnya, beberapa kejadian bencana alam biasanya terjadi di Kudus saat penghujan.
”Kita berharap supaya hal itu (bencana, red) tidak terjadi, ya. Namun kita harus tetap bersiap-siap. Saya bilang kepada seluruh staf, supaya mempersiapkan diri dengan baik. Jangan sampai lengah,” imbuhnya. (MERIE)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →