Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Rumah Sakit Mulai Enggan Layani BPJS



Reporter:    /  @ 18:54:51  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Daud Pujangga saat memberikan pemaparan pada pertemuan dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan wartawan di @hom Hotel Kudus, Jumat (24/10) kemarin. (KOMA/FAISOL HADI)

KUDUS – Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program yang dilaksanakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, ternyata menuai sejumlah masalah di lapangan. Salah satunya dari rumah sakit yang makin enggan melayani peserta BPJS.
Bukti bahwa rumah sakit makin enggan melayani pasien yang datang sebagai peserta BPJS Kesehatan, adalah diputusnya kerja sama satu rumah sakit swasta di Kudus dengan BPJS Kesehatan. Ditambah lagi, dua rumah sakit juga sudah diberikan surat peringatan (SP) pertama, karena adanya komplain mengenai pelayanan yang diberikan.
Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Daud Pujangga mengatakan, rumah sakit yang sudah memutuskan untuk tidak lagi bekerjasama dalam hal BPJS ini adalah Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. ”Sedangkan dua rumah sakit lain yang sudah kami beri SP, adalah RS Aisyiyah dan RS Islam Sunan Kudus,” jelasnya dalam pertemuan yang digelar antara BPJS Kesehatan Kudus dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan wartawan, di @hom Hotel, kemarin (24/10).
Daud mengatakan, keluhan yang muncul itu memang bermacam-macam. Ada yang terkait dengan pelayanan kamar, pelayanan obat-obatan, diminta membayar biaya di luar ketentuan BPJS, atau bahkan ada yang ditolak kartu BPJS-nya dan diminta membayar secara pribadi. ”Begitu pasien menyampaikan keluhannya kepada pihak BPJS Kesehatan, maka kami akan langsung memberikan teguran kepada rumah sakit yang bersangkutan,” tegasnya.
Pemutusan dan pemberian SP itu, menurut Daud, dikarenakan adanya pengaduan terkait dengan pelayanan yang diberikan. Bahkan, pemutusan kerja sama itu dilakukan, karena pihak rumah sakit sudah tiga kali diberikan SP, namun tidak diindahkan. ”Batas SP yang kita berikan itu memang sampai tiga kali. Kalau sudah begitu, ya kita putus kerja samanya,” terangnya.

Saat ini, menurut Daud, terdapat kecenderungan dari rumah sakit swasta, untuk mencoba mengindahkan aturan yang ada. Yakni dengan memberikan pelayanan yang kurang baik kepada peserta BPJS. ”Kami melihat ada indikasi yang seperti itu. Apalagi setelah kemudian kami memutus kerja sama dengan pihak RS Mardi Rahayu. Kemudian muncul keluhan-keluhan lain dari rumah sakit lainnya. Sampai akhirnya kami harus mengeluarkan SP tadi,” paparnya.
Namun, Daud menegaskan jika pihaknya akan menerapkan aturan yang tegas kepada rumah sakit swasta, yang kemudian mencoba untuk bermain-main dengan pelaksanaan program ini. ”Kalau memang kemudian melanggar aturan, maka kami akan melakukan tindakan keras. Dampaknya bisa diputuskan kerja samanya. Kalau sudah begitu, biasanya akan membuat jumlah pasien yang datang ke rumah sakit tersebut menjadi menurun. Apalagi jika nanti seluruh warga menjadi peserta BPJS. Larinya akan ke rumah sakit yang memberikan pelayanan yang baik kepada mereka,” paparnya.
Di sisi lain, kondisi berbeda akan dialami oleh rumah sakit dengan status rumah sakit umum daerah (RSUD). Karena merupakan lembaga pemerintah yang harus melayani pasien BPJS, maka ketika ada pelayanan yang menyalahi aturan, maka tegurannya semata.
”Teguran yang kami berikan, biasanya akan kami alamatkan kepada bupati atau sekretaris daerah (sekda) setempat. Kami akan menginformasikan kepada jajaran tertinggi tersebut, bahwa rumah sakitnya tidak memberikan pelayanan yang baik kepada pasien. Nanti, yang akan menegur adalah atasan tersebut,” tuturnya.
Kondisi yang berbeda ini, dikatakan Daud, dikarenakan rumah sakit daerah memang memiliki kewajiban melayani pasien dengan status peserta BPJS. Karena itu, sudah kewajibannya untuk memberikan layanan yang baik kepada pasien yang bersangkutan. ”Kalau kemudian pasien menemukan pelayanan yang tidak baik, silakan komplain ke kami. Nanti akan kami teruskan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/MERIE)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →