Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Relokasi Pedagang Pasar Ngabul Lama Belum Berhasil



Reporter:    /  @ 02:47:01  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Pegawai dari Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Jepara, berada di Pasar Ngabul Baru menanti pedagang yang mau direlokasi, kemarin. Namun, sampai batas waktu yang diberikan, tidak ada pedagang dari pasar lama yang bersedia pindah. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Rencana relokasi terhadap pedagang Pasar Ngabul Lama yang seharusnya dilakukan Kamis (23/10) kemarin, tidak membuahkan hasil. Kegagalan relokasi pedagang merupakan yang kesekian kalinya, karena pada tahun lalu juga tidak berhasil dilakukan. 

Dari pantauan Koran Muria di Pasar Ngabul Lama, para pedagang masih tetap melakukan aktivitas jual beli. Sedangkan di lokasi pasar yang baru, baru ada segelintir pedagang yang sudah membuka kiosnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Jepara Mas’ud mengatakan, pihaknya tidak akan berhenti mengupayakan relokasi kepada para pedagang di Pasar Ngabul Lama. Langkah yang akan ditempuh, dengan melakukan pendekatan kepada pedagang secara perlahan.

”Relokasi dilakukan secepatnya, karena keputusan relokasi menjadi niat awal dari pendirian pasar baru. Selain itu juga, karena sudah menjadi kesepakatan bersama,” kata Mas’ud. 

Menurut Mas’ud, pemkab tidak akan menelantarkan para pedagang Pasar Ngabul Lama yang mau direlokasi. Karena, pemerintah sudah menyediakan tempat berjualan yang layak. 

”Maksud pemkab dan Pemerintah Desa Ngabul itu baik. Sudah menyediakan tempat berjualan yang layak dan nyaman bagi pedagang, karena pasar lama kondisinya sudah tidak memungkinkan,” jelasnya.

Pemerintah, lanjutnya, sebenarnya sudah berbaik hati dengan memberikan toleransi waktu relokasi sampai satu tahun sejak bangunan pasar baru jadi. Namun, upaya tersebut ternyata tidak mendapat perhatian dari pedagang. ”Kita sudah memberikan waktu satu tahun lebih,” imbuh Mas’ud. 

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Ngabul Lama Sugiarto menyatakan, sampai sekarang, keputusan pedagang masih tetap sama, yaitu menolak direlokasi. Dirinya juga menyayangkan sikap Bupati Ahmad Marzuqi, yang tidak mendukung sikap pedagang. 

”Pak bupati tetap menginstruksikan, kami sepakat direlokasi. Kita cukup kecewa dengan sikap Pak bupati,” keluhnya.

Karena tidak mendapat dukungan dari pemkab, lanjut Sugiarto, pedagang akan meminta bantuan DPRD Jepara, untuk menjembatani permasalahan tersebut. ”Kami akan temui wakil kita di DPRD Jepara,” tandasnya. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →