Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Anggaran Bantuan Air Bersih Habis



Reporter:    /  @ 02:35:20  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

REMBANG – Alokasi anggaran sebesar Rp 200 juta yang diperuntukkan untuk dropping atau bantuan air bersih telah habis. Dana APBD yang dialokasikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu, telah dipergunakan seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan air daerah yang mengalami kekeringanselama musim kemarau ini.

Kasi Logistik BPBD Kabupaten Rembang Achmad Ma’ruf menyebutkan, rincian penggunaan dana tersebut, Rp 190 juta diperuntukkan membeli air bersih. Sedangkan sisanya Rp 10 juta untuk operasional. Anggaran tersebut dapat membeli air bersih sejumlah 1.080 tangki dan masih bisa mencukupi sampai akhir Oktober ini. 

”Masih mencukupi hingga akhir bulan ini karena Rembang juga mendapatkan tambahan dropping air bersih dari Bakorwil Pati sebanyak 162 tangki,” ujarnya.

Karena alokasi anggaran telah habis, maka pada bulan november nanti BPBD sudah tidak bisa melakukan pendropingan air kepada desa yang mengalami kekeringan. Sebagai langkah antisipasi pihaknya akan mengajak swasta untuk bekerjasama dan mewacanakan untuk mengajukan tambahan dana kepadaPemkab Rembang. 

”Saat ini memang ada penambahan tiga desa yang membutuhkan bantuan dropping air. Sehingga total desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pendropingan air bersih bertambah menjadi 45 desa,” kata Achmad Ma’ruf.

Tiga desa yang mengajukan tambahan droping yang bersih itu adalah Desa Pulo, Tanjungsari , Kecamatan Rembang,  Desa Tunggulsari, Kecamatan Kaliori. Pengiriman air bersih ke tiga desa tersebut akan mulai pada pekan depan dengan pengirimn dua  tangki setiap pekan. (Ahmad/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →