Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Warga Rejosari Berebut Air Bersih



Reporter:    /  @ 02:25:57  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Sejumlah warga Dusun Ngambilan, Desa Rejosari, Kecamatan Tawangharjo, mengantre untuk mendapatkan air bersih bantuan dari BPBD Grobogan, kemarin. Sekitar enam bulan terakhir ribuan warga Desa Rejosari mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. (KOMA / Nurokhim)

GROBOGAN – Ribuan warga Desa Rejosari, Kecamatan Tawangharjo berebut air bersih bantuan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan. Warga saling beradu cepat mendapatkan air bersih karena meski kekeringan dan krisis air di desa tersebut telah berlangsung sejak enam bulan terakhir, warga baru sekali mendapatkan bantuan air bersih.

Kepala Desa Rejosari Wido Andjojo menyebutkan, jumlah warga Rejosari sekitar 2.500 jiwa tersebar di lima dusun. Menurutnya, akibat kekeringan yang melanda sejak enam bulan terakhir, warga Dusun Rejosari, Nggembel, Ngambilan, Plosonambangan,  dan Ngrumpang, kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum, memasak, dan lainnya.

”Dari lima dusun itu, kondisi terparah di Dusun Ngambilan. Warga terpaksa harus mengambil air ke sungai yang letaknya berada di tengah hutan. Dengan adanya bantuan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada pemkab,” katanya, Kamis (23/10).

Sementara itu, salah seorang warga Dusun Ngambilan, Desa Rejosari, Joyo  mengatakan,  selama musim kemarau warga terpaksa memanfaatkan air embung yang keruh untuk kebutuhan mencuci. Sedangkan untuk mandi dan memasak harus mengambil air sungai  yang berada di tengah hutan atau berjarak sekitar dua kilometer dari pemukiman penduduk.

”Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan air ini. Selama berbulan-bulan kami mengambil air yang letaknya jauh dan harus mengendapkan air terlebih dahulu sebelum dimasak agar air tidak keruh,” ucapnya.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Grobogan Masrikan mengatakan,  warga Desa Rejosari mendapatkan air sebanyak tujuh dengan kapasitas masing-masing tangki lima ribu liter. 

”Jumlah bantuan memang lebih banyak dibanding daerah lain. Hal itu karena hampir seluruh warga Desa Rejosari mengalami krisis air bersih,” ujar Masrikan seusai menyalurkan bantuan air di Desa Rejosari, kemarin. (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →