Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Modal BPR Harus Rp 10 M



Reporter:    /  @ 02:22:31  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan aturan baru untuk bank perkreditan rakyat (BPR). Setiap BPR yang ada di kota besar seperti Kota Semarang, baik yang sudah ada atau yang sedang proses berdiri harus memiliki modal minimal Rp 10 miliar.

Aturan tentang BPR itu akan mulai diberlakukan pada 2015 mendatang. ”Peraturan tersebut mengatur tentang modal minimal BPR. Sehingga kami berharap agar pemegang saham atau pemilik BPR di Jateng segera menambah modal,” kata Ketua OJK Kantor Regional Jateng-DIY Santoso Wibowo, dikutip Antara, Rabu (23/10).

Menurutnya, penerapan modal minimal bagi BPR tersebut akan ditentukan sesuai dengan zonasi. Aturan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan zona yang ada, yaitu mulai dari Rp 4 miliar, Rp 6 miliar, dan Rp 8 miliar. 

Sedangkan untuk di Semarang modal yang harus dikeluarkan pemilik BPR jauh lebih tinggi dari zona-zona lainnya. Yakni minimal harus sebesar Rp 10 miliar, dan syarat tersebut harus segera dipenuhi.

”Sampai saat ini rata-rata kepemilikan modal BPR di Semarang sekitar Rp 8 miliar. Masih sekitar 50 persen BPR belum memenuhi syarat tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, meski aturan tersebut akan berlaku mulai tahun 2015 mendatang, namun OJK memberikan waktu bagi BPR untuk memenuhi aturan batas minimal permodalan.

”Bagi BPR yang belum mampu memenuhi ketentuan tersebut, maka dilarang untuk membagikan deviden kepada pemilik atau pemegang saham,” ujarnya.

Santoso mengatakan, aturan tersebut diharapkan bisa membantu BPR dalam meningkatkan daya saingnya. Apalagi dalam waktu dekat Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

”Pada MEA mendatang kita tidak bisa membatasi lembaga keuangan asing yang masuk ke Indonesia,” terangnya.

Oleh karenanya menurut dia, lembaga keuangan dalam negeri salah satunya BPR harus mulai bersiap diri. Salah satunya mengembangkan industrinya melalui penambahan modal. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →