Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Instropeksi pada Tahun Baru Muharam



Reporter:    /  @ 04:20:42  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Oleh: Moh Rosyid, Dosen STAIN Kudus

 

Data berikut merupakan contoh oknum yang mulia posisinya tapi tak mampu menahan nafsu birahi dan nafsu materi, akibatnya naas. Pertama, Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA) terdiri Timur Manurung (ketua), Gayus Lumbun dan Agung Dudu Duswara (anggota) dalam putusan kasasi menghukum mati Herman Jumat Masan alias Herder, mantan Pastor di Maumere, Kab.Sikka, NTT. 

 

Herder terbukti pembunuhan terencana pada pacarnya Mery Grece dan 2 anak hasil hubungan gelapnya. Ia melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 65 ayat (1), Pasal 338 KUHP jo Pasal 65 (1) dan Pasal 181 KUHP terbukti menyembunyikan mayat pacar dan 2 anaknya agar tak diketahui orang. Keputusan semula dijatuhkan Pengadilan Tinggi Kupang menghukumnya seumur hidup, jaksa ajukan kasasi ke MA. Kejadian pada 1995 tatkala Herder berpraktik pastorial dan Merry Grace menjadi mahasiswanya di STFK Ledalero. Pada 1997 Herder berkenalan dengan Merry, keduanya bekerja di Desa Lela, Sikka, NTT. Pada 1998 Herder dan Merry berpacaran hingga hamil, Merry dikeluarkan dari tempat kerjanya. Juni 1999 anak pertama Merry dengan Herder lahir akibat hubungan gelap. Sang anak tewas dicekik Herder dikuburkan di kamar Herder. Pada 2001 Merry hamil kedua, keduanya (anak dan Merry)  dibunuh Herder Maret 2002. Pada 2011-2012 jenazah Merry dicari keluarganya, pada 27/1/2013 ditemukan (Suara Merdeka,13/2/2014). 

Kedua, PBB pada Februari 2014 mendesak Vatikan memecat pastor pelaku kekerasan pada anak dan menyerahkannya pada otoritas sipil. Komite Hak Anak (CRC) Badan Perlindungan Anak PBB memandang minir Vatikan, secara sistematis mengizinkan pendeta melakukan kekerasan seks pada anak. Pejabat gereja tutup mulut untuk membungkam para pastor supaya tak melapor kekerasan pada anak ke polisi. Pejabat gereja memindah para pastor yang terlibat kekerasan dari satu gereja ke gereja lain sebagai upaya menutupi kejahatan (Suara Merdeka,6/2/2014). Paus Fransiskus menemui korban pelecehan seks pertama secara tertutup Senin 7/7/2014. Enam korban dari Inggris, Jerman, dan Irlandia ditemui di kediamannya dekat Basilika Santo Petrus, Vatikan, Roma, Italia. Paus menemui korban satu per satu, tiap pertemuan 30 menit. Paus minta maaf pada korban atas nama Tuhan dan umatnya karena mereka menjadi korban kekerasan seks rohaniwan Katolik. Upaya Paus dikritik oleh korban yang belum ditemuinya (Jawa Pos,8/7/2014). 

Ketiga, da’i Muhammad Hariri menginjak kepala Entis Sutisna, operator sound system. Pemicunya, sang operator tak memenuhi permintaan Hariri saat ceramah di Bandung untuk mengeraskan suara sound tatkala sound mati mendadak. Perlakuan Hariri direspon negatif sebagian warga Kabandungan, Tamansari, Bogor dengan membakar poster dan CD Hariri. Entis simbul orang kecil diperlakukan nista oleh orang yang dianggap publik sebagai tokoh meski Hariri sudah minta maaf Entis (Suara Merdeka, 15/2/2014). Mulanya pada 19/1/2014 K.H Rd Hariri Abdul Aziz (29 tahun) berceramah pada acara hajatan warga Nagrak, Cangkuang, Kab. Bogor (tempat terjadinya arogansi). Hariri sebelumnya pernah menjadi dai pada program Kontes Dai TPI, peran dalam sinetron Islam KTP, Sampeyan Muslim?, Mak Ijah Pingin ke Mekkah, Setulus Kasih Ibu, dan pengasuh Majelis Mazidah Aswaja. 

Keempat, Bambang Guritno Bupati Semarang (2005-2010) ditangkap Kejaksaan Negeri Ambarawa Jumat 25/4/2014 pukul 16.00 WIB. Ia ditangkap bernama palsu Umar As Sidik saat ceramah di Masjid At-Taqwa, Desa Catur Tunggal, Kec.Depok, Sleman, DIY. Bambang menjadi buronan Kejari selama 4 tahun. Terpidana kasus korupsi buku ajar merugikan negara Rp 3,5 miliar masuk daftar pencarian orang sejak 21/4/2010 setelah MA keluarkan putusan No.793 K/pid.sus/2009 menolak permohonan kasasi Bambang dan  memperkuat vonis Pengadilan Negeri Ungaran dan Pengadilan Tinggi Jateng. Keberadaan Bambang sejak itu tak diketahui yang menjalani hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara (Kompas, 26/4/2014). 

Kelima, Suryadharma Ali (SDA) semasa menjadi Menteri Agama oleh KPK dijadikan tersangka pada 22/5/2014 karena kasus korupsi haji 2012-2013. Ia dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 KUHP. Korupsi dalam hal biaya penyelenggaraan ibadah haji, pemondokan, dan pengadaan transportasi. Modusnya penggelembungan anggaran dan mengubah spesifikasi yang tak sesuai kontrak dan menyalahi sisa kuota haji untuk keluarga, kolega, dan anggota DPR RI. Dana haji 2012-213 melebihi Rp 1 triliun dari dana gabungan APBN dan masyarakat. SDA undur diri sebagai Menag dan Presiden SBY mengangkat Lukman Hakim Saifuddin. 

Keenam, Menag 2001-2004 Said Agil Husin al-Munawar tersangkut kasus haji dan penggunaan Dana Abadi Umat (DAU) berasal dari dana setoran haji Rp 275,9 miliar. Pada 2006 Said terbukti korupsi dan dihukum 5 tahun penjara. Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melansir dugaan penyalahgunaan dana haji, setoran ongkos naik haji (ONH) Rp 80 triliun bunga banknya Rp 2,3 triliun. Ada pula dugaan transaksi mencurigakan di Kemenag Rp 230 miliar yang tak jelas penggunaannya. Analisis ICW sejak 2004 terdapat 4 celah potensi korupsi dalam penyelenggaraan haji: pengelolaan dana setoran awal calon haji yang regular maupun khusus, pengadaan barang dan jasa pelaksanaan haji, penggunaan DAU, penggunaan dana haji untuk kolega dan pejabat kemenag. Keenam, Warga Dukuh Pindi, Desa Mlale, Kec.Jenar, Kab.Sragen mengusir guru ngaji Nur Azizi (48 tahun) berasal dari Sribit, Sidoharjo, Sragen. Pengasuh Ponpes Darul Fallah itu diduga menghamili santrinya ER (21 tahun) warga Wonosobo, usia kandungan 4 bulan. Sang guru lama menetap di Magelang didatangkan untuk mengajar. Hanya saja, si santriwati tinggal serumah dengan pelaku. Semula sang ustad mengaku bahwa si santriwati pasiennya, meski sang guru ngaji mengaku menikah siri. Warga merasa dibohongi hingga sang guru ngaji diusir (Jateng Pos, 16/5/2014). 

Ketujuh, Gatot Supiartono, pejabat bidang auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kewalahan setelah polisi mengungkap kasus pembunuhan Holly (37 th) di lantai 9 Menara Ebony, Jakarta Selatan, 30/9/2013. Awalnya Gatot menyuruh Surya Hakim yang dikenalnya pada 2011 sebagai sopir rental yang pernah disewa Gatot mengantarkan ke Apartemen Kalibata City. Pada April 2013, Gatot menyuruh Surya mencari algojo yakni Pago Surya Permana, Ruski Fridolli Manaek, El Riski Yudhistira, dan Abdul Latief agar membunuh Holly (isteri siri siri Gatot) karena Holly dibelikan mobil dan apartemen, tapi ingin agar isteri pertama Gatot dicerai. Agustus 2013 Gatot mengondisikan agar pembunuhan di apartemen dan disediakan kotak besar untuk membenamkan di laut tatkala Gatot berdinas ke Australia. Sidang perdana di PN Jakarta Pusat Rabu 19/3/2014 Gatot diancam hukuman mati oleh Jaksa Hayin Suhito dengan pasal berlapis yakni pembunuhan berencana, penghilangan nyawa, penganiayaan, dan membantu perbuatan jahat. Dakwaan primernya Pasal 340 KUHP juncto Pasal 56, 338 jo 56, Pasal 353 jo 56 (Kompas,20/3/2014). Gatot divonis 9 tahun penjara. 

Kedelapan, Raja Fahd Arab Saudi semasa hidup dituduh berhubungan gelap dengan perempuan asal Inggris Janan Harb tatkala Fahd belum menjadi Raja Arab Saudi, bergelar pangeran dan Mendagri pada 1968. Saat itu Janan berusia 19 tahun dan Fahd beristerikan Anoud dengan 11 anak. Fahd berjanji memenuhi kebutuhan seumur hidup Janan. Antara Anoud dan Janan saling mengetahui tapi oleh Fahd keduanya tak akan dipertemukan. Janan pada 1970 berusia 23 tahun dipaksa hengkang dari Saudi oleh saudara lelaki Fahd karena keluarga istana tak berkenan hubungannya. Janan mengaku mempunyai piutang 12 juta Euro atau Rp 192 miliar yang dijanjikan 11 tahun lalu oleh Fahd, kepemilikan 2 apartemen mewah di London. Janan mengancam pada keluarga istana Arab Saudi bila tuntutan hak miliknya tak dipenuhi, akan mengekspos pernikahannya pada publik. Oleh istana semula menyatakan bahwa pengadilan tinggi di Inggris tak berwenang mengadili tuntutan Janan karena kebal hukum. Pangeran Abdul Aziz menyatakan bahwa pihaknya akan memenuhi tuntutan Janan demi kehormatan sang ayahnya (Suara Merdeka, 11/6/2014).

Esensi Taubat

Mengapa kita malu mengakui dosa? Nabi Yunus tatkala ditelan ikan besar, dalam penyesalannya bertaubat dan memohon “La Ilaha Illa anta subkhanaka inni kuntu minadzalimin” al-Anbiyak:87” (tiada Tuhan hanya Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku orang yang dzalim). Pembesar tatkala menjabat sebagaimana paparan di atas, tak akan diusik jabatannya dan oleh publik bila memahami 4 potensi manusia yang lenyap karena 4 perkara yakni akal (hilang akal bila marah), agama (dengki menghilangkan esensi beragama), rasa malu (dihilangkan oleh kerakusan), dan amal saleh diumpat menghilangkan amal kebajikan. 

Upaya setelah bertindak kriminal adalah taubat, seperti apa yang (kemungkinan) diterima-Nya? Pesan An-Nisa:17-18 bahwasanya taubat yang dijanjikan Allah adalah bagi mereka yang berbuat kejahatan (karena tak mampu menahan diri terhadap rangsangan sahwat dan amarah sampai lupa diri) dalam waktu singkat. Kurangnya kesadaran karena posisi marah terdorong oleh hawa nafsu. Taubat tak diterima Tuhan jika ajal di pelupuk mata (sakaratul maut) atau telah mati meski didoakan dengan biaya ekstra. Tragedi di atas sebagai bekal pelajaran hidup bahwa orang yang diposisikan mulia ternyata merundung karena tak mampu menahan nafsu birahi dan materi sehingga tumbang. (*)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →