Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Suporter Ingin Manajemen Gerak Cepat



Reporter:    /  @ 02:10:10  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Sejak menuntaskan Indonesia Super League (ISL) 2014 beberapa bulan yang lalu, sampai saat ini Persijap masih ”terlelap” dalam peristirahatan. Maklum, sampai saat ini belum ada geliat persiapan untuk mengarungi kompetisi musim depan. 

Suporter Persijap baik yang tergabung dalam Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati) maupun Curva Nord Syndicate (CNS) sebenarnya menginginkan tim kesayangannya bergerak cepat dalam membangun kekuatan untuk Divisi Utama 2015 nanti. Maklum, musim 2014 ini, Laskar Kalinyamat belum kompetitif dan membutuhkan perubahan besar jika ingin lebih

bersaing lagi meskipun di Divisi Utama.

”Perubahan drastis harus dilakukan. Tapi semua tergantung berapa besar dana yang disiapkan dan kualitas SDM di jajaran manajemen yang harus mampu berjuang,” ujar Jamed, Humas Banaspati kepada Koran Muria, kemarin.

Rupanya suporter sudah sangat hafal dengan kondisi timnya yang selalu berhadapan dengan persoalan dana. Di samping belum adanya persiapan dan perencanaan, mereka menilai Persijap belum percaya diri. Terlebih menyangkut pemain incaran. Karena belum mengetahui berapa anggaran untuk belanja musim depan.

”Mestinya setelah bermain di ISL musim 2014 dan terdegradasi, manajemen harus dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari pengalaman itu untuk mempersiapkan tim secara matang di musim depan,” tambah Jamed.

Terlebih persiapan finansial. Sebab musim 2014 di ISL saja, keuangan klub masih kritis walau memakai pemain murah. Manajemen sempat menunggak pembayaran gaji pemain selama beberapa bulan. 

Hal senada juga dikatakan salah satu anggota CNS, Andie.  Menurut dia, Persijap harus segera bangun dari tidur lelapnya setelah terdegradasi dari kasta tertinggi di Tanah Air musim 2014. ”Sudah saatnya Persijap mengevaluasi total kompetisi yang telahdiselesaikan dan merencanakan kompetisi musim depan,” terangnya. 

Mereka tidak ingin, tim kesayangannya ini menjadi bulan-bulanan lawan di kompetisi nanti. Meski berlaga di Divisi Utama, namun persaingan antarkontestan juga tidak bisa dipandang sebelah mata.

Suporter masih ingat bagaimana perjalanan Persijap selama musim ini, sebelum akhirnya terdegradasi. Evaldo Silva dkk hanya mampu dua kali meraih kemenangan dan satu seri dari 20 laga yang dijalani. Sisanya, Persijap amburadul menjadi mangsa lawan-lawannya. Bukan hanya di kandang lawan, di rumah sendiri, Persijap juga sering menelan kekalahan. (Wahyu KZ / Sundoyo Hardi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →