Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Irigasi di Undaan Mulai Kritis



Reporter:    /  @ 01:51:35  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Pengendara melintas di pintu air Waduk Wilalung, Undaan, Kudus, kemarin. Pasokan air dari Waduk Kedung Ombo ke Undaan mulai menipis, dan diperkirakan hanya bertahan hingga dua pekan ke depan. (KOMA / Faisol Hadi)

KUDUS – Pasokan air untuk irigasi sawah di Kecamatan Undaan, mulai kritis. Pasokan air yang disuplai dari Waduk Kedung Ombo, mulai menipis, dan diperkirakan hanya akan mampu mengalir selama dua pekan ke depan, atau selama 15 hari.

”Ketinggian air di Kedung Ombo sekarang tinggal 79,5 meter, dan setiap hari tersalurkan ke berbagai daerah, termasuk di Undaan. Namun ketika ketinggian airnya tinggal 67,5 meter, maka air tidak dapat dialirkan,” kata Pengurus Irigasi Pengairan Muhtarom, kepada Koran Muria, Kamis (23/10).

Menurutnya, pengurangan ketinggian air di Kedung Ombo setiap harinya mencapai 20 sentimeter. Jumlah tersebut sangat banyak, melihat aliran yang disalurkan ke Undaan hanya 60 kubik air saja.

Dia mengatakan, jika selama dua pekan tidak akan ada hujan, maka petani dipastikan kehabisan air. Namun jika terdapat hujan seperti pada Rabu (22/10) malam di Undaan, maka kehabisan air irigasi dapat ditunda.

”Setelah hujan debit air di waduknya naik, meskipun tidak banyak, hanya 2 sentimeter saja. Namun itu sangat membantu, karena Waduk Wilalung juga dapat terisi air, meskipun tidak banyak,” ujarnya.

Menurut dia, setelah hujan yang tidak lama di Undaan, ketinggian air di Waduk Wilalung yang sebelumnya 1.626 sentimeter, meninggi 2 sentimeter menjadi 1628 sentimeter. Dengan bertambahnya debit air itu, maka krisis air irigasi bisa ditekan.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah mengadakan pertemuan dengan para petani di Undaan. Dalam pertemuan kemarin, terdapat 47 petani yang hadir untuk mendengar sosialisasi tentang debit air yang mulai habis.

”Dari pertemuan itu disepakati, daerah irigasi dibagi menjadi dua kelompok. Mulai dari pengairan kelompok atas selama tiga hari, dan selebihnya kelompok bawah empat hari dalam sepekan,” jelasnya.

Meski dengan kondisi air yang kritis itu, pihaknya yakin petani akan mampu melewati masa tanam pertama periode ini. (Faisol Hadi / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →