Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Dishub Provinsi Jateng Gelar Razia Muatan



Reporter:    /  @ 01:45:48  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

Petugas gabungan dari Dinhubkominfo Jateng bekerjasama dengan Dishubkominfo dan Polres Jepara, menggelar razia muatan di depan Pasar Ngabul Baru, kemarin. Petugas menggunakan alat timbang portable, untuk mengetahui berat muatan yang dibawa. (KOMA / Wahyu KZ)

JEPARA – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Provinsi Jateng bekerjasama dengan Dishubkominfo, Polres Jepara dan Jasa Raharja melakukan operasi gabungan tentang muatan, Kamis (23/10). Operasi tersebut dilakukan di Jalan Raya Ngabul, Kecamatan Tahunan, tepatnya di depan Pasar Ngabul Baru.

Operasi gabungan yang menyasar pada muatan kendaraan angkutan yang melebihi tonase, menggunakan jembatan timbang portable. Setiap kendaraan berat yang melewati jalan depan Pasar Ngabul Baru itu satu per satu dihentikan, kemudian diminta melewati timbangan portable. Dari timbangan portable tersebut, akan tertera deret angka yang menunjukkan berat muatan kendaraan. Jika muatan melebihi jumlah berat bruto (JBB) kendaraan yang ditentukan, maka akan ditilang di tempat. Hasilnya, puluhan kendaraan berat terjaring operasi.

Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Dishubkominfo Jepara Mastukhin mengatakan operasi tersebut, dalam rangka penegakan hukum tentang pengawasan terpadu mengenai kelaikan kendaraan bermotor. Selain itu juga, untuk mengawasi dan pengendalian muatan perizinan.

”Kegiatan semacam ini, sebetulnya sudah rutin dilakukan, karena merupakan program nasional. Kami mencoba menekan kerusakan jalan di kabupaten, sekaligus menertibkan kendaraan berat yang membawa muatan melebihi tonase,” kata Mastukin. 

Menurutnya, razia terhadap muatan kendaraan yang melebihi tonase itu mutlak dilakukan. Karena, Jepara merupakan kawasan industri besar, setiap harinya banyak lalu lalang kendaraan berat yang membawa muatan, baik mebel maupun material. 

”Di jepara banyak kendaraan, yang muatannya melebihi kapasitas jalan yang ada. Kelas jalan raya kelas adalah kelas tiga, yaitu ukuran muatan sumbu terberat ialah delapan ton, dan paling tinggi 3,5 meter,” jelas Mastukin.

Saat ini, lanjutnya, Dishubkominfo Jepara belum bisa memaksimalkan jembatan timbang yang ada di Lebuawu, karena masih ditutup. Sehingga, pihaknya menggandeng Dinhubkominfo Jateng untuk menggelar operasi muatan, karena hanya provinsi yang memiliki jembang timbang portable.

Salah satu sopir truk, Rozikin (47) mengaku kesal karena terkena tilang. Akibatnya, ia harus membayar denda sebesar Rp 150 ribu. 

”Saya bawa muatan berupa pasir Muntilan. Muatannya dianggap melebihi batas, padahal setiap hari jumlahnya memang begitu, tidak ditambahi,” keluhnya. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →