Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Gangguan Listrik di Pati Berberapa Hari Terakhir Ini Merugikan



Reporter:    /  @ 01:37:42  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

PATI – Gangguan listrik akibat meledaknya trafo di Gardu Induk (GI) PLN di Mustokoharjo, mulai merugikan masyarakat. Tak hanya para pengusaha yang menjerit karena tak bisa berproduksi, pemadaman listrik itu juga memicu bencana.

Rumah milik Parnoto, di Desa Karanglegi, Kecamatan Trangkil, Rabu (22/10) malam terbakar. Penyebabnya, lilin yang dinyalakan saat listrik padam, terjatuh ke jeriken bensin, saat hendak mengisi botol bensin eceran untuk dijual.

Peristiwa tersebut, membuat panik warga sekitar. Apalagi lokasi kebakaran berada di perkampungan padat. Sehingga dikhawatirkan api merembet ke rumah lain.

Saksi mata, Tikno yang juga tetangga korban menjelaskan, kejadian kebakaran itu diketahui terjadi sekitar pukul 19.10 WIB. ”Tiba –tiba saat itu ada suara ledakan. Awalnya saya kira trafo listrik yang meledak, tapi saat melihat ke arah rumah korban, ternyata sudah ada api yang membumbung tinggi,” katanya, Kamis (23/10).

Melihat hal tersebut dirinya segera membantu keluarga Parnoto untuk memadamkan api. Dirinya bersama tetangga juga sempat membantu putri Parnoto yang sempat shock, karena melihat api.

”Putri Parnoto itu sempat terduduk ketakutan, padahal di atasnya api sudah membesar. Untungnya warga segera menariknya untuk lari keluar,” ungkapnya.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Heru Suyanta menambahkan, kerugian pada kejadian itu ditaksir mencapai sekitar Rp 750 juta. Hal itu lantaran isi rumah ludes terbakar.

Selain memicu kebakaran, pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Pati juga menyebabkan sejumlah alat elektronik milik warga rusak. Ini disebabakan, saat dalam proses perbaikan, lampu sering mati dan hidup lagi dalam waktu cepat.

”Baru hidup sebentar, lalu mati lagi, sebentar lagi hidup lagi. Alat elektronik saya pada rusak. Mesin penyedot air dan kulkas saya sudah rusak. Sampai kapan bisa normal lagi,” ujar Wulan, warga Margorejo.

Ia juga menganggap PLN tidak adil dalam melakukan pemadaman listrik. Karena menurut dia, selama tiga hari terakhir listrik hanya menyala tiga jam setiap harinya. Sementara di kawasan kota, bisa menyala lebih lama. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →