Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Proyek Molor, Jalan Macet dan Rawan Kecelakaan



Reporter:    /  @ 01:23:52  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

GROBOGAN – Penyelesaian proyek peninggian Jalan Raya Purwodadi-Blora, Wirosari-Kunduran, dan Wirosari-Singet  molor. Tiga paket proyek di ruas jalan utama antarkecamatan itu seharusnya telah selesai pada 10 Oktober lalu, namun hingga kini pengerjaan masih berlangsung. Akibat adanya aktivitas proyek tersebut, arus kendaraan kerap tersendat dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Salah seorang pengendara sepeda motor Teguh mengatakan, beberapa titik proyek pembetonan jalan di wilayah Purwodadi kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Terutama pengendara sepeda motor sering terperosok karena penyempitan jalan, banyak lubang, dan material berserakan di kawasan proyek. Antara lain ruas jalan Purwodadi Wirosari, Kunduran, atau jalur arah Randu Blatung, Kabupaten Blora.

”Padahal jalan ini padat arus kendaraan, baik dari arah Purwodadi maupun Blora, sehingga sering macet dan rawan kecelakaan. Setiap melintas jalaur ini saya harus ekstra hati-hati, apalagi pada malam hari,” katanya.

Warga Kunduran ini mengatakan, meski pembetonan sudah berlangsung lama namun hingga kini belum selesai. Menurutnya beberapa hari lalu tidak terlihat adanya aktivitas pengerjaan, padahal kondisi jalan masih berantakan atau belum selesai. Sehingga semakin meperparah kondisi arus lalu lintas di jalur tersebut.

Sementara itu, Kepala BPT Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi Barkah Widihartanto mengakui, penyelesaian tiga paket proyek pembetonan di ruas Purwodadi-Blora, Wirosari-Kunduran, dan Wirosari-Singet  terlambat atau molor dari waktu yang ditargetkan. Karena seharusnya tanggal 10 Oktober proyek sudah selesai 100 persen.

Ia menyebutkan, seharusnya tanggal 10 Oktober proyek sudah selesai 100 persen. Bina Marga memberi toleransi kepada pelaksana proyek maksimal 50 hari dari target waktu penyelesaian, yakni dari tanggal 10 Oktober 2014. Akibat keterlambatan tersebut, pelaksana proyek dikenai denda 0,001 persen per hari. 

”Karena keterlambatan tersebut, kami sudah menegur kontraktor bersangkutan. Selain itu jika ternyata hingga 50 hari belum tuntas, maka Bina Marga Jateng akan memutus kontrak,” ujarnya. (Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →