Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Susanto Merasa Jadi Kambing Hitam



Reporter:    /  @ 01:20:05  /  24 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng Susanto Wedi merasa telah dikorbankan atasannya, dalam kasus korupsi pengadaan sistem aplikasi teknologi informasi core banking system senilai Rp 35 miliar.

Ia merasa menjadi kambing hitam, karena seharusnya yang bertanggungjawab adalah pimpinan Bank Jateng. Hal tersebut disampaikan Susanto melalui penasihat hukumnya, dalam tanggapan atas dakwaan jaksa pada sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (23/10).

Edy Mulyono, penasihat hukum terdakwa, mengatakan perkara tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pimpinan Bank Jateng yang menandatangani surat kerja sama, dalam pengadaan sistem informasi teknologi itu. ”Terdakwa bukan pihak yang patut dimintai pertanggungjawaban dalam kasus ini,” katanya dikutip Antara, kemarin.

Menurut dia, kontrak kerja dalam pengadaan sistem informasi yang dilaksanakan PT Sigma Cipta Caraka (SCC) itu, ditandatangani direktur utama dan direktur umum. Pada saat itu Dirut Bank Jateng dipegang Garyono, dan Direktur Umum Ispriyanto.

Posisi terdakwa pada saat pelaksanaan proyek antara tahun 2005 hingga 2011, hanya menjalankan kuasa, dari pihak yang menandatangani kontrak kerja tersebut. Dengan demikian, kata dia, dakwaan jaksa tersebut dinilai salah alamat dan tidak cermat.Terdakwa meminta majelis hakim untuk membebaskannya melalui amar putusan selanya.

Sebelumnya, Pimpinan Cabang Utama Bank Jateng Susanto Wedi diadili dalam perkara korupsi proyek senilai Rp 35 miliar itu. Jaksa Penuntut Umum Heri Febri dalam dakwaannya mengatakan, perkara korupsi tersebut terjadi pada rentang waktu antara 2005 hingga 2011.

Dalam kasus tersebut, terdakwa menjabat sebagai Kepala Biro Akuntansi dan Pusat Data Elektronik Bank Jateng, yang ditugasi dalam tim lelang pengadaan sistem aplikasi core banking system. Dalam perjalanan waktu PT SCC wanprestasi, karena tidak bisa memenuhi pekerjaan yang telah disepakati. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →