Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Polres Rembang Gencarkan Penyuluhan di Sekolah



Reporter:    /  @ 02:43:11  /  23 Oktober 2014

    Print       Email

Kabag Humas Setda Rembang Johan Nur Wicaksono dan Kapolres Rembang, AKBP M Kurniawan memberikan arahan pada diskusi tentang menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat di Aula Mapolres, Rabu (22/10). (KOMA / Ahmad Feri)

REMBANG – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Rembang yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan masyarakat dan pemkab setempat khawatir.  Karena sbagian besar pelaku merupakan orang dekat korban, sehingga para orangtua diimbau semakin meningkatkan kewaspadaan dan perhatian terhadap buah hati.

Kapolres Rembang AKBP Muhammad Kurniawan kepada para wartawan di Aula Mapolres Rembang, mengatakan, selain akan menjerat pelakunya dengan pasal pelanggaran perlindungan anak, polisi menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, salah satunya melalui penyuluhan di  setiap sekolah.

”Kasus pencabulan mulai bikin pusing. Bulan ini, angka kasus pencabulan terhadap anak, bisa lebih tinggi dari kasus pencurian kendaraan bermotor. Kami akan perintahkan kepada setiap Kapolsek untuk menjadi Irup (inspektur upacara) di setiap sekolah. Kalau perlu Kasat, Kabag, dan saya sendiri. Hal ini harus terus dilakukan hingga ada efek kasus ini turun,” ujar Kapolres, kemarin.

Soal kasus pencabulan yang belakangan marak terjadi di Rembang, lanjut dia, pernah terjadi ketika dirinya masih bertugas di Jakarta. Kapolres kelahiran Pulau Selayar Sulawesi Selatan ini mengatakan berhasil menekan kasus pencabulan semasa bertugas sebagai Kapolsekta Tanjung Duren.

”Di tempat tugas yang dulu, dalam satu bulan ada sampai 50 laporan kasus pencabulan. Namun berkat kerja keras Polisi dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pihak akhirnya bisa ditekan. Terakhir saya pindah tugas menjadi Kapolres di Rembang, jumlahnya sudah turun menjadi 20an kasus,” ujar AKBP Muhammad Kurniawan.

Ia menambahkan, dalam hal menangani pelaku tindak kejahatan, salah satunya pencabulan terhadap anak, Polsek tidak akan lagi maksimal untuk mengoptimalkan sel tahanan. Sebab sel di setiap polsek itu nanti hanya akan bersifat pengaman.

“Artinya, ditampung dulu di Polsek, baru kemudian dipindah ke Polres. Nanti di polsek akan lebih dimaksimalkan sebagai media untuk diskusi dan penyelesaian masalah,” imbuhnya.

Salah satunya kasus pencabulan yang menimpa bocah berumur sembilan tahun di salah satu desa di Kecamatan Sulang. Ironisnya, pelaku tindakan asusila tersebut merupakan ayah tiri korban.

Aksi pencabulan yang terjadi pada Jumat (17/10) lalu itu baru dilaporkan ke Polres Rembang pada Rabu (22/10) siang. Dengan masuknya laporan dugaan pencabulan tersebut, maka selama Oktober 2014, tercatat tiga kasus tindak asusila terhadap anak di bawah umur di wilayah hukum Rembang

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni melalui surat undangan, akan menggelar aksi damai stop kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Rembang pada Jumat 24 Oktober 2014. 

”Terkait soal penyuluhan yang melibatkan siswa dan pihak desa serta sekolah juga polisi, akan kami sampaikan dulu kepada Pak Sekda sebagai bahan kebijakan,” kata Kabag Humas Pemkab Rembang Johan Nur Wicaksono saat menghadiri pengembangan mitra Polri dan insan pers di Aula Mapolres Rembang.  (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →