Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

BPJS Ketenagakerjaan, Kudus Paling Banyak



Reporter:    /  @ 02:11:03  /  23 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Aturan pemerintah untuk perusahaan agar mendaftarkan karyawannya dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, nampaknya belum sepenuhnya dilaksanakan. Dari enam kabupaten di Eks Karesidenan Pati, Kudus menjadi daerah yang paling banyak terdapat karyawan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

”Sampai September tahun ini, di wilayah Eks Karesidenan Pati baru 89 ribu karyawan yang terdaftar secara aktif sebagai pengguna BPJS Ketenagakerjaan secara formal,” kata Kabid Pemasaran Pada BPJS ketenagakerjaan Kudus Anton Daneswara kepada Koran Muria, Rabu (22/10).

Menurutnya, dari seluruh kabupaten di Eks Karisidenan Pati, Kudus merupakan kabupaten paling banyak terdaftar sebagai pengguna BPJS Ketenagakerjaan. Disusul Jepara, Pati, Blora dan Rembang. Namun mengenai nominal persisnya, dia belum bisa memberikan keterangan karena harus berkordinasi dengan wilayah-wilayah di kabupaten lainnya.

Anton mengatakan, pengguna BPJS Ketenagakerjaan tidak semuanya aktif. Sebab dalam data yang ada di BPJS Ketenagakerjaan, terdapat sekitar 138 ribu karyawan pengguna BPJS Ketenagakerjaan yang tidak aktif lagi.

”Kalau yang sudah tidak aktif, kemungkinan besar mereka sudah keluar sehingga perusaahaan tidak membiayainya lagi. Namun bisa juga pekerjanya pindah ke pabrik lainnya, meskipun faktor pensiun juga dapat menjadikan pengguna BPJS Ketenagakerja tidak aktif lagi,” ujarnya.

Menurut Anton, untuk karyawan yang bekerja secara mandiri ditargetkan 16 ribu pengguna BPJS Ketenagakerjaan. Namun hingga kini jumlah karyawan yang telah terdaftar masih jauh dari target, dan kemungkinan tahun ini target tersebut tak terpenuhi.

Dia menceritakan, kesulitan yang dihadapi petugas BPJS untuk menggaet karyawan mendaftar, yakni banyak usaha mandiri tidak berkelompok. Hal itu memaksa petugas BPJS untuk lebih aktif melakukan pendekatan di tingkat lapangan. 

Sebenarnya potensi karyawan di Eks Karesidenan Pati sangat banyak. Di Kudus saja, masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya di BPJS Ketenagakerjaan. Itu menjadi pekerjaan rumah yang bakal terus digarap. Selain itu, kalangan industri mandiri juga memiliki pangsa pasar yang banyak. Sebab banyak pelaku UMKM kecil yang terdapat di Kudus.

”Golongan kecil perlu mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Misalnya kelompok ojek, penjual bakso dan pengusaha kecil lainnya. Sebab risiko kecelakaan kerja banyak ditemukan di tempat kerja seperti itu,” tuturnya. (Faisol Hadi / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →