Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Kasus KDRT Mlonggo Belum P21



Reporter:    /  @ 02:05:30  /  23 Oktober 2014

    Print       Email

JEPARA – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Kecamatan Mlonggo pada Selasa (9/9) lalu masih belum lengkap atau belum P21. Kasus KDRT kali pertama di Jepara yang menyebabkan korbannya meninggal dunia itu, baru diperiksa penyidik di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara. 

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Jepara Frengky mengatakan, pihaknya menerima berkas tersebut dari penyidik kepolisian pada awal Oktober lalu. Namun, seluruh berkas yang diterimanya itu belum seluruhnya dibaca. Karena, berkas yang dikirimkan juga belum utuh diterimanya.

”Untuk saat ini, berkas yang kami baca memang baru sebagian. Namun, kami bisa menerka, kalau berkasnya belum lengkap. Jadi, akan kami kirim kembali ke penyidik polisi untuk dilengkapi,” kata Frengky, Rabu (22/10).

Menurutnya, jika berkas memang membutuhkan penambahan atau perlu dilengkapi, maka pihaknya akan memberika petunjuk pada bagian mana harus dilengkapi. ”Kami akan keluarkan surat P19, yang isinya petunjuk untuk melengkapi berkas yang kurang,” imbuh Frengky.

Dia menyatakan, jika berkas sudah lengkap, maka penyidik kepolisian akan diberikan surat penyerahan barang bukti. Sehingga, pada tahap kedua tersebut, kasus KDRT Mlonggo secara resmi diambil alih kejaksaan. Ia menyebutkan, jika kasus KDRT itu merupakan kasus serius yang pernah terjadi di Jepara.

”Sepengetahuan saya, kasus KDRT yang menyebabkan korbannya meninggal dunia baru kali ini terjadi. Biasanya, korban kasus KDRT hanya mengalami luka ringan,” tandasnya. 

Diketahui, Karyoso (42), warga Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo diamankan aparat Polres Jepara. Dia ditangkap, karena melakukan kekerasan yang berakibat istrinya meninggal. Saat kejadian, tersangka memukul kepala istrinya menggunakan alu (alat penumbuk padi) sebanyak dua kali. Akibatnya, kepala istrinya mengalami pendarahan yang cukup parah hingga meninggal dunia. (Wahyu KZ / Aries Budi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →