Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

174 Desa Belum Ajukan Pencairan Bantuan



Reporter:    /  @ 01:37:51  /  23 Oktober 2014

    Print       Email

GROBOGAN – Komisi C DPRD Grobogan memanggil 213 perangkat desa dan sejumlah kepala dinas di lingkungan pemkab setempat. Pemanggilan itu terkait penyerapan dana alokasi bantuan pembangunan infrastruktur di 213 desa belum optimal. Dari 213 desa yang tersebar di wilayah Grobogan, hanya 39 desa yang telah mengajukan pencairan dana. 

Wakil Ketua Komisi C DPRD Grobogan Mustain mengatakan, agenda pertemuan tersebut adalah untuk mengetahui penyebab belum terserapnya dana bantuan. Alokasi dana bantuan pembangunan infrastruktur meliputi jalan, talut, dan jembatan dengan nominal antara Rp 100 juta hingga Rp 500 juta.

”Sangat eman-eman bila dana bantuan tidak terserap dan akan kembali ke kas daerah. Padahal bantuan untuk masing-masing desa cukup besar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dana bantuan yang digelontorkan dari APBD 2014 terbagi menjadi dua. Yakni dinas sebagai leading sector pencairan 208 kegiatan di Dinas Bina Marga kabupaten dan 278 kegiatan di Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan.

Berdasarkan hasil pertemuan itu, lanjut dia, pencairan bantuan menunggu Peraturan Bupati Nomor 14 Tahun 2014 Tentang Pedoman Tata Cara Pengadaan Barang dan Jasa di Desa. Sosialisasi Perbup telah dilakukan pada Juni lalu. Selain itu, pemkab juga masih menyeleksi dan menyertifikasi Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di tingkat desa. 

”Sertifikat tersebut menjadi salah satu syarat pengerjaan kegiatan oleh TPK. Bantuan ini merupakan program baru, sehingga desa belum efektif tentang teknis pencairannya,” terangnya.

Pada pertemuan tersebut, ada tiga desa masing-masing menerima hampir Rp 1 miliar untuk pembangunan jembatan. Namun, hingga pertengahan Oktober ini, dana belum cair dan belum ada pengerjaan. Tiga desa itu yakni, Desa Jenengan, Kecamatan Klambu, Desa Karangsari, Kecamatan Brati, dan Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi.

”Jika nekat dikerjakan sekarang, dikhawatirkan pengerjaanya akan molor. Sehingga dana bantuan itu akhirnya masuk Kasda dan akan dianggarkan lagi pada 2015,” ucapnya.

Wakil Komisi C DPRD Grobogan Sutrisno berharap, dinas dan perangkat desa turut berpartisipasi dan aktif dalam pencairan dana bantuan. Hal itu karena batas akhir pencairan dana sampai 15 Desember mendatang, sehingga 174 desa yang belum mengajukan pencairan dana pembangunan infrastruktur diminta segera mengajukan.

”Kami juga mengingatkan agar pembuatan SPj juga harus benar dan tepat waktu. Jangan sembrono atau asal-asalan,” tandasnya.  (Nurokhim/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →