Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Ganjar Diminta Proaktif



Reporter:    /  @ 01:32:06  /  23 Oktober 2014

    Print       Email

KOTA SEMARANG – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Semarang-Solo (SS), ruas Bawen-Solo dinilai sangat lamban. Padahal ditargetkan akhir tahun ini pembebasan lahan sudah rampung, sehingga awal tahun pembangunan fisik bisa segera dilakukan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didesak lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan, proses pembebasan lahan di Kabupaten Semarang belum ada perkembangan sama sekali. Meskipun di Kota Salatiga sudah dibebaskan tanah seluas 10,06 hektare dari kebutuhan 14,17 hektare.

”Realisasi pembebasan tanah di Kabupaten Boyolali baru mencapai 9,09 persen atau baru 13,76 hektare yang dibebaskan, dari kebutuhan 151,45 hektare,” kata Hadi, Rabu (22/10).

Dikatakan Hadi, perlu diambil langkah-langkah proaktif dari semua pihak yang terkait, agar proyek pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo segera terealisasi.

”Masyarakat sudah menunggu lama pembangunan Jalan Tol Bawen-Solo. Semakin lambannya proses pembebasan tanah ini, justru akan memunculkan spekulan-spekulan baru di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ganjar Pranowo menyatakan terus melakukan upaya percepatan pembebasan lahan. Menurut Ganjar, salah satu upaya percepatan yakni mengajak tiga kepala daerah yang wilayahnya terkena proyek, agar mempercepat proses pembebasan tanah. Yakni Bupati Semarang, Wali Kota Salatiga, dan Bupati Boyolali.

Ia menilai, lambannya pembebasan lahan itu, berkaitan dengan upaya menyakinkan masyarakat untuk melepas tanahnya. Sehingga diperlukan berbagai pendekatan serta penjelasan kepada yang bersangkutan.

”Cuma butuh penjelasan dan pendekatan secara kekeluargaan, karena masyarakat sudah rasional serta pasti memahami soal itu,” tukasnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →