Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Sebagian Pati Gelap Akibat Salah Satu Trafo di Gardu Induk (GI) PLN Meledak



Reporter:    /  @ 03:38:02  /  22 Oktober 2014

    Print       Email

Pengendara melintas di depan Gardu Induk PLN Pati, di Desa Mustokoharjo, Kecamatan Kota, Pati. Trafo berkapasitas 60 MW di gardu itu meledak, dan mengakibatkan pemadaman di sejumlah kecamatan. (KOMA / Syamsul Falak)

PATI – Salah satu trafo di Gardu Induk (GI) PLN, yang terletak di Desa Mustokoharjo, Kecamatan Kota, meledak. Akibatnya, sebagian wilayah di Kabupaten Pati mengalami pemadaman listrik.

Kerusakan trafo berkapasitas 60 megawatt (MW) itu terjadi pada Senin (20/10) malam, sekitar pukul 20.30 WIB. Akibat kerusakan itu, beberapa kecamatan di Pati wilayah selatan, utara dan Kecamatan Kota langsung mengalami pemadaman. Kondisi tersebut masih terjadi hingga Selasa (21/10) malam.

Kepala PLN Rayon Pati Suluh Pujiono menyatakan, terputusnya aliran listrik ke pelanggan tak terelakkan. Apalagi menurut dia, proses perbaikan trafo yang rusak itu memakan waktu yang cukup lama, hingga sekitar tiga hari. 

Ia menyatakan, akibat kejadian itu PLN Pati harus meminta suplai listrik dari tiga kabupaten, yakni Rembang, Kudus dan Jepara. Hanya saja, pemenuhan listrik di daerah terdampak tak bisa maksimal. Sehingga PLN menerapkan sistem pemadaman bergilir.

”Selama perbaikan atau sekitar tiga hari, beberapa kecamatan di wilayah Pati selatan, dan Pati utara termasuk di Kecamatan Kota, akan dilakukan pemadaman bergilir. Karena meski sudah meminta suplai dari Jekulo (Kudus), Rembang dan Bangsri (Jepara), kapasitasnya belum mencukupi untuk memenuhi pelanggan,” katanya, Selasa (21/10).

Pihaknya memperkirakan, proses perbaikan paling cepat akan selesai pada Kamis (23/10) dan paling lama hingga Jumat (24/10). Lamanya proses perbaikan ini lantaran beberapa komponen untuk memperbaiki trafo, harus didatangkan dari Jakarta.

Suluh menyatakan, pemdaman bergilir diterapkan setiap tiga jam sekali. Kondisi tersebut menurut dia, akan berlangsung selama tiga hari, selama proses perbaikan dilakukan.

Hingga saat ini menurut dia, proses perbaikan dan penanganan terhadap kerusakan akibat ledakan trafo itu terus dilakukan. Pihaknya berharap kerusakan tersebut dapat segera diatasi, sehingga pasokan listrik ke sejumlah kecamatan dapat normal kembali. (Syamsul Falak / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →