Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

ESDM Desak Penambang Setor Dana Reklamasi



Reporter:    /  @ 03:33:48  /  22 Oktober 2014

    Print       Email

REMBANG – Sebagian penambang di Kabupaten Rembang belum memberikan setoran atau menjaminkan dana reklamasi pascatambang kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setempat. Padahal dana reklamasi tersebut penting dan wajib dibayar demi terjaminnya pengelolaan lingkungan setelah aktivitas pertambangan. 

Dari total 55 pengusaha dan atau pengelola tambang di Rembang, baru 13 pengusaha tambang yang telah menjaminkan dan menyerahkan bukti penyetoran dana reklamasi ke bank pemerintah.

Perusahaan yang sudah menyetor jaminan dana reklamasi di antaranya PT Sinar Asia Fortuna, PT Duta Alam Persada Tama, PT Ikrar Bangun Pertiwi, dan PT Bangun Arta Kencana. 

Seangkan sejumlah perusahaan yang belum menyetor jaminan dana reklamasi atau sudah menyetor namun belum menyerahkan bukti setoran dari bank, yakni PT Amir Hajar Kilsi, PT UTSG, PT Arga Wastu, PT Semen Indonesia (Tbk), CV Sinar Terang, PT ICCI, dan PT Rembang Sportindo Mandiri.

”Perusahaan yang belum menyerahkan jaminan dana reklamasi mungkin karena memang belum membayar, atau sudah membayar ke bank, namun belum menyerahkan bukti setoran bank kepada kami,” ujar Kepala Bidang Mineral ESDM Rembang, Biyantoro, Selasa (21/10), kemarin.

Dia menyebutkan jaminan dana reklamasi disetorkan kepada pemerintah melalui bank yang ditunjuk yakni BNI dan BRI. Dana itu bisa diambil setelah aktivitas pertambangan selesai dan reklamasi telah dilakukan. Perhitungan jaminan dana reklamasi yang harus dibayarkan oleh pengusaha dan atau pengelola tambang, ditentukan berdasarkan luas dan mekanisme pertambangan. Tidak ada pembedaan antara pengusaha tambang perseorangan maupun badan usaha.

”Jika mekanisme penambangan menggunakan peledakan, jaminan dana reklamasi Rp 5 juta per hektare, pakai alat berat Rp 2,5 juta, dan manual Rp 1,5 juta per hektare. Misalnya luasnya 1,3 atau 1,5 hektare, jaminan dana reklamasinya kami hitung dua hektare,” jelasnya.

Ia menandaskan, semua perusahaan yang belum menyetor jaminan dana reklamasi, agar menuntaskannya sebelum Desember 2014. Jaminan dana reklamasi ini dibayar sekali ketika hendak melakukan aktivitas pertambangan. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Tambang Rembang Moh Badri, mengaku tidak tahu persis alasan dari sejumlah penambang yang belum menyetor jaminan dana reklamasi tambang kepada pemerintah. Menurut Aspenta, salah satu faktor sejumlah perusahaan tambang belum setor karena permohonan perbaruan izin yang belum dikeluarkan ESDM. (Ahmad Feri/Sumarni)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →