Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Rp 9 M, Atasi Krisis Air di 19 Kabupaten/Kota se-Jateng



Reporter:    /  @ 03:15:03  /  22 Oktober 2014

    Print       Email

Warga antre pembagian air bersih di Desa Kertasari, Tegal. BPBD mengucurkan dana sebesar Rp 9 miliar untuk menanggulangi krisis air di Jateng. (ANTARA / Oky Lukmansyah)

KOTA SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah telah mengucurkan dana siap pakai sebesar Rp 9 miliar. Dana itu dialokasikan untuk menangani kekeringan di 19 kabupaten/kota se-Jateng.

”Sebenarnya ada 22 kabupaten/kota yang mengajukan dana siap pakai. Tapi hanya usulan 19 daerah yang diakomodasikan,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng Sarwa Pramana, dikutip Antara, kemarin.

Dana yang diberikan ke setiap daerah tersebut bervariasi, mulai dari Rp 400-600 juta, dan disesuaikan dengan tingkat kekeringan air yang terjadi. Beberapa daerah yang mendapatkan bantuan tersebut di antaranya, Kabupaten Blora, Kabupaten Magelang, Kabupaten Demak, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Cilacap.

Ia menjelaskan, anggaran siap pakai tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana itu dialokasikan untuk program pipanisasi, pembuatan sumur pantek, pengadaan air, pengadaan jeriken, bak penampungan air ukuran besar, serta peralatan lainnya.

Sarwa mengakui, tidak semua kabupaten/kota di Jateng mendapat dana siap pakai, untuk penanganan kekeringan. Karena kepala daerah setempat belum menyatakan daerahnya darurat kekeringan.

”Meskipun kekeringan di Jateng diperkirakan akan segera berakhir pada November 2014, namun jajaran BPBD masih memasok bantuan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Sebelumnya, BPBD kabupaten/kota di seluruh Jateng diminta melakukan inovasi dan terobosan untuk mengatasi kekeringan di daerah setempat. Sehingga tidak hanya sekadar pengadaan air bersih. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →