Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Asah Kemampuan dari Kampung ke Kampung



Reporter:    /  @ 02:04:42  /  22 Oktober 2014

    Print       Email

Pemain Persipur (merah) berebut bola dengan pemain Persiku musim lalu. Saat ini pemain Persipur menempa fisik dan skill melalui tarkam dari kampung ke kampung. (KORAN MURIA)

GROBOGAN – Usai menjalani musim kompetisi Divisi Utama, sejumlah pemain Persipur memanfaatkan waktu luangnya untuk mengikuti sepak bola antar kampung. Ini dilakukan untuk tetap menjaga stamina dan skill yang dimiliki.

Gelandang serang Persipur Hidayat mengaku liburan kali ini banyak mendapatkan job untuk bermain bola antarkampung yang berada di Desa Tawanghrajo Kecamatan Tawangharjo. 

”Banyak yang ngajakin ikut main bola di kampung. Lumayan lah daripada nganggur tidak kerjaan,” ucapnya.

Pemain berusia 19 tahun kelahiran Purwodadi tersebut belum memikirkan rencana musim depan akan berlabuh ke tim lain atau bertahan di Laskar Petir. Meski statusnya saat ini belum bisa diprediksi tapi dirinya tetap yakin musim depan bisa kembali merapat ke barisan Persipur Purwodadi. 

”Belum tahu untuk ke depanya. Tapi jika manajemen Persipur mengontak lagi saya siap. Untuk itu, saat ini saya harus menjaga kondisi tubuh,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh defender berusia 27 tahun, Gunawan. Dirinya yang sudah dua musim berbaju Persipur mengaku akan bertahan di klub tersebut. ”Untuk saat ini saya masih free belum ada kegiatan. Cuma bermain tarkam di Bandung,” kata pemain asal Bandung tersebut.

Sementara itu, manajer Persipur Ady Setyawan menegaskan timnya untuk musim depan akan diisi sebagian besar pemain lokal. Hal tersebut dilakukan mengingat budget yang dimiliki Persipur sendiri tergolong minim lantaran saat ini pihaknya masih memiliki hutang Rp 800 juta. 

”Musim depan saya prioritaskan untuk pemain lokal saja. Kalau pun ada pemain asing atau luar daerah akan dipertimbangkan lebih baik lagi agar dana yang akan kami keluarkan tidak sia-sia,” ucapnya.

Pihaknya masih belum memutuskan waktu pembubaran Persipur lantaran pihaknya akan bertemu kembali jika dana bantuan dari PT liga Indonesia sudah cair. Akan tetapi, untuk pemain luar daerah dan dua pemain asing sudah pulang ke kemapung halamanya. 

”Kami masih menunggak pemain lokal sekitar Rp 50 juta. Nanti akan kami bayarkan kalau bantuan dari PT liga sudah cair,” jelasnya. (Nurokhim / Supriyadi)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →