Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Renang Kudus Berharap Tempat Latihan Layak



Reporter:    /  @ 01:51:27  /  22 Oktober 2014

    Print       Email

Atlet renang bertanding di salah satu kejuaraan bergengsi. Atlet renang Kudus berharap adanya tempat latihan yang lebih layak.

KUDUS – Atlet renang Kudus berharap mempunyai tempat latihan yang lebih layak. Para atlet saat ini harus berlatih di tempat yang kapasitasnya kurang memadai.

Kondisi memprihatinkan ini menjadi perhatian serius Ketua Harian Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kudus Yusdi Asikin melalui pesan pendek ke Koran Muria.

”Atlet melakukan latihan mlencar (menyebar). Kadang di Lau, kadang di Omah Mode, dan kadang juga di Griptha,” kata Yusdi.

Atletnya tetap intensif melakukan latihan dengan menggunakan fasilitas latihan seadanya. Sejauh ini, mereka melakukan latihan di kolam renang di Kecamatan Dawe. Meski lokasinya jauh, tapi atlet tetap aktif latihan. Diketahui di kolam renang itu berkapasitas sekitar 50 meter. Kapasitas itu bagus untuk atlet yang siap dengan kelas 50 meter. 

Jika tidak di Dawe, atlet latihan di kolam renang Omah Mode. Di kolam renang itu memiliki kapasitas 30 meter. Latihan di tempat itu lebih sering dilakukan. Mengingat lokasinya tidak begitu jauh dari pusat kota. 

PRSI berharap kepada pemerintah kabupaten setempat agar sccepatnya merealisasikan kolam renang GOR Wergu Wetan. Sebab, tempat itu dinilai cocok untuk pengembangan para atlet. ”Kami ingin bisa memanfaatkan kolam renang GOR,” katanya.

Setidaknya, jika kolam renang di GOR telah terealisasi maka bisa menjadi tempat pembinaan atlet. Termasuk bisa dikembangkan ke arah pembinaan berupa TC atlet renang binaannya. Termasuk juga bisa menjadi tempat perlombaan atau kompetisi tingkat karesidenan atau tingkat Jateng.

Yang jelas, terealisasinya kolam renang di GOR akan membuat PRSI mendapatkan manfaat yang besar. ”Banyak peluang bagus bagi atlet renang. Termasuk untuk pembinaan atlet renang Kudus,” tandasnya. 

Namun harapan mereka seolah tinggal harapan. Sebab sampai sekarang, kolam renang berstandar nasional itu mangkrak. Kolam renang yang dibangun akhir 2012 itu kini tak terawat. Praktis, bangunan bernilai APBD Rp 1.646.230.000 itu tidak dapat dioperasikan. (Akrom Hazami)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →