Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

1,5 Jam, 10 Angkutan



Reporter:    /  @ 01:46:16  /  22 Oktober 2014

    Print       Email

Petugas dari Polres dan Dishubkominfo Kudus memeriksa kendaraan dalam operasi gabungan, kemarin. Dalam operasi 1,5 jam tersebut, setidaknya terjading 10 angkutan yang melanggar. (KOMA / Faisol Hadi)

KUDUS – Dishubkominfo Kabupaten Kudus melakukan operasi gabungan bersama Polres Kudus. Selain memeriksa kelengkapan berkendara, tim melakukan cek fisik terhadap kendaraan. Dalam operasi selama 1,5 jam itu, 10 angkutan terjaring dan dinyatakan bermasalah.

”Selama 1,5 jam razia, setidaknya terdapat 10 angkutan yang bermasalah, dari 60 angkutan. Jumlah tersebut belum ditambah angkutan truk dam yang terazia tadi sekitar lima truk,” kata Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Dishubkomfo Kudus Putut Sri Kuncoro kepada Koran Muria, Selasa (21/10).

Menurutnya, razia juga dilakukan untuk pengrndara sepeda motor. Dalam razia tersebut, puluhan sepeda motor tertangkap razia. Para pelanggar ditilang untuk diproses secara hukum. Selain itu, kendaraan pribadi juga tidak luput dari razia petugas.

Dia mengatakan, petugas juga menemukan truk dam yang sudah tidak layak jalan. Truk tersebut ditilang oleh dishub. Selain itu, petugas juga menjumpai truk dam baru yang belum ada uji KIR.

Kaur Bin Ops Satlantas Kudus Iptu Anwar Mengatakan, personel yang diturunkan berjumlah 12 anggota dari Satlantas Kudus. Sedangkan 12 petugas dari Dishubkominfo dan petugas cek fisik dari Polres Kudus. Tim gabungan juga menjumpai dua kendaraan pribadi yang bermasalah.

”Kami melakukan cek fisik dan razia terhadap pengguna jalan. Semua kendaraan kami razia. Sehingga dalam kegiatan tersebut semuanya kami periksa,” ujarnya.

Menurutnya, banyak pengendara yang hanya memperhatikan penampilan kendaraan. Namun untuk mesin kendaraan sangat bobrok. Kendaraan tersebut tidak layak jalan, karena tidak lolos uji KIR, namun tetap dipaksakan beroperasi.

Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto mengatakan, kebanyakan pemilik kendaraan angkutan dan truk dam tidak memperhatikan kondisi kendaraannya, sehingga membahayakan banyak pihak. 

”Mereka tidak memperhatikan pentingnya keselamatan, sebab mereka hanya memikirkan keuntungan mereka. Padahal keselamatan penumpang adalah hal yang utama, sehingga membuat kami harus melakukan kegiatan ini dengan rutin,” tuturnya. (Faisol Hadi / Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →