Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Dari Karnaval Batik Milik Tiongkok Kecil



Reporter:    /  @ 01:19:34  /  21 Oktober 2014

    Print       Email

Salah satu peserta karnaval batik yang cukup menarik minat masyarakat yang melihat langsung acara tersebut. Dengan kreativitas di atas kain batik, maka bisa tercipta satu produk yang ternyata memikat banyak orang. (KOMA / Merie)

Lasem, sebuah wilayah administrasi dari Kabupaten Rembang, dikenal sebagai kota awal pendaratan orang Tiongkok di tanah Jawa. Lasem juga dikenal sebagai kota santri. Ada beragam produk unggulan dari Lasem, yang sekarang coba dikembangkan.

Salah satu potensi yang menonjul dari Lasem adalah batiknya. Produk ini sudah dikenal sedemikian luas di Indonesia. Apalagi perpaduan batiknya yang banyak dipengaruhi budaya Tionghoa, menjadikan batik Lasem adalah sebuah produk yang layak untuk dibawa pulang sebagai buah tangan berharga.

Lasem belum lama ini kembali menyelenggarakan sebuah even bertajuk Festival Lasem 2014. Gelaran sepekan penuh ini, menampilkan berbagai acara yang dikemas sedemikian rupa, sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk mengikutinya. Bukan saja warga setempat, namun juga dari masyarakat luar sampai luar negeri.

Karnaval Batik Lasem 2014 adalah salah satu acara yang digelar, untuk memeriahkan festival tersebut. Tepatnya pada Minggu (12/10) lalu, sekitar pukul 14.30 WIB. Acara ini digelar di salah satu ruas jalur pantura, yang sempat membuat kemacetan panjang di kawasan tersebut. Namun, semua seolah terbayarkan, dengan aneka keindahan kain batik yang dibuat model baju sedemikian rupa, sehingga menjadikannya sangat menarik.

”Karnaval batik ini sudah kali kedua kami selenggarakan. Ini adalah upaya kami, untuk bisa melestarikan batik-batik Lasem yang beragam motif dan jenisnya itu. Termasuk juga makin membuat batik Lasem dicintai oleh masyarakatnya. Karena batik ini bisa membuat kita menjadi ”kaya”. Bukan saja secara materi, ya. Termasuk juga kaya akan budaya warisan leluhur kita,” tutur Moh Nurrohman, koordinator Karnaval Batik Lasem 2014.

Ada beragam motif dari batik Lasem. Semuanya kental dengan pengaruh budaya Tionghoa. Sebut saja misalnya motif burung hong, banji, bunga seruni, dan liong. Motif-motif itu menurut berbagai sumber, diciptakan oleh Na Li Ni, dan menjadi ciri yang sangat khas dan unik dari batik Lasem hingga saat ini. 

Selain motif-motif di atas, ada beberapa nama motif batik Lasem yang juga tidak kalah terkenal. Kali ini juga ada yang dipengaruhi kebudayaan Jawa. Misalnya saja motif  watu pecah, naga kricak, ceplok piring, sekar jagat, kawung lerek sekar paksi, terang bulan, dan sekar baganan. Ada juga ornamen kawung dan parang khas Solo dan Yogyakarta, yang juga ada pada batik Lasem. Semuanya indah, semuanya menjadi ciri khas yang membuat batik Lasem memiliki pesonanya tersendiri. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →