Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Warga Relokasi Menawan Tagih Janji



Reporter:    /  @ 03:03:10  /  20 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Warga Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang mengikuti relokasi mandiri akibat bencana tanah longsor di wilayah itu awal tahun 2014 lalu, sedang menunggu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memenuhi seluruh janji yang pernah disampaikan. Salah satunya soal bantuan-bantuan yang sampai saat ini belum juga kunjung datang.

Kebutuhan hidup yang besar di lokasi yang baru, membuat kurang lebih 80 kepala keluarga (KK) yang menempati lokasi relokasi, memberanikan diri untuk menagih semua janji yang pernah disampaikan pemkab melalui dinas terkait. ”Kami harus segera melunasi uang pembayaran tanah yang kami tempati. Padahal, kami juga membutuhkan uang banyak untuk membangun rumah di atas tanah itu,” kata Pasri Sodik, ketua Paguyuban Relokasi Mandiri, saat ditemui akhir pekan kemarin.

Padahal, rumah tersebut diharapkan bisa jadi sebelum musim penghujan datang. Karena jika musim tersebut datang, mereka tidak akan lagi berani untuk tinggal di rumah lama mereka di Dukuh Kambangan. ”Kami trauma dengan longsor kemarin. Terutama ibu-ibu. Lebih baik mereka tidur di bedeng-bedeng sementara yang kami buat, namun tenang. Kalau di atas, kami jelas takut,” tuturnya.

Salah satu yang dilakukan warga untuk menagih janji pemkab tersebut, adalah mendatangi beberapa instansi yang terkait dengan urusan relokasi mereka. Yakni Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Cipkataru) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, pada Kamis (17/10) lalu. ”Kami ada tujuannya ketika mendatangi dua instansi tersebut. Ini terkait dengan adanya informasi mengenai bantuan yang akan kami terima,” papar Ribowo, salah seorang yang turut serta saat datang ke dua instansi tersebut.

Kedatangan ke Dinas Cipkataru sendiri, adalah untuk menanyakan kabar mengenai adanya bantuan dari Dinas Cipkataru Provinsi Jawa Tengah yang akan membantu pengadaan material untuk pembangunan rumah. ”Kami memang pernah mendengar hal itu. Makanya kami bertanya ke dinas terkait. Dan dari dinas Kudus sempat diteleponkan ke dinas provinsi. Dan ternyata memang katanya benar akan ada bantuan material. Hanya harus menunggu surat-surat administrasinya terlebih dahulu. Dan belum bisa bilang kapan akan bisa diturunkan,” papar Ribowo.

Lantas kedatangan mereka ke BPBD Kudus adalah untuk menanyakan sejumlah bantuan, yang katanya akan diberikan kepada mereka. Bahkan beberapa di antaranya sudah mereka tanda tangani kuitansi penerimaannya. Sayangnya, meski sudah ada kuitansi tanda terima dan laporannya, bantuan-bantuan tersebut tidak kunjung datang.

Upaya menagih janji-janji tersebut, menurut Ribowo, sangat wajar dilakukan. Pasalnya, untuk kebutuhan mereka pindah dari lokasi lama ke lokasi baru, juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dari urusan membeli tanah yang rata-rata nominal paling rendahnya adalah Rp 23 juta untuk ukuran tanah standar senilai 8×15 meter, sampai membangun rumah yang bisa menghabiskan dana antara Rp 50-80 jutaan. 

Dikatakan Sodik, warga memang menuntut supaya bantuan-bantuan itu segera diberikan. Apalagi kemudian sudah ada tanda tangan penerimaan bantuan, meski belum juga dicairkan. ”Dulu kami pernah menagihnya juga. Tapi dijawab oleh Pak Jumadi (kepala BPBD lama, red), bahwa uangnya dibawa salah seorang pegawai BPBD. Katanya digunakan untuk urusan pribadi. Hanya saja, kami kan tidak tahu dengan urusan di sana. Yang kami ingin tahu, kapan bantuan-bantuan itu kemudian dicairkan. Supaya bisa membantu beban kami. Supaya tidak usah utang-utang lagi,” paparnya.

Hingga kemarin, rumah warga yang sudah dirikan baru kurang lebih 11 orang. Fasilitas yang ada di lokasi, juga tidak memadai. Air untuk menyuplai kebutuhan sehari-hari, masih harus beli dengan cara menyambung pipa-pipa dari desa lain yang jaraknya lumayan jauh. Kemudian listrik juga masih menyambung dari wilayah sekitarnya juga. ”Ini berbeda sekali dengan apa yang dijanjikan pemerintah. Dulu katanya akan difasilitasi semuanya. Tapi sekarang, kami berharap janji-janji itu dipenuhi,” harap Sodik. (Merie)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →