Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

18 Peserta LUEP Masuk Daftar Hitam



Reporter:    /  @ 02:40:30  /  20 Oktober 2014

    Print       Email

KUDUS – Sebanyak 18 peserta Lembaga Usaha Ekonomi Perdesaan (LUEP) pada 2012 terancam masuk daftar hitam. Karena dalam pengembalian dana pinjamannya tidak tepat waktu. 

”Jika ada program serupa, tentunya yang bisa direkomendasikan hanya peserta LUEP yang bisa melunasi tepat waktu. Sedangkan peserta LUEP yang tidak tepat waktu sulit direkomendasikan kembali, karena batas waktu mengembalikan maksimal 5 Desember 2012 tidak dipatuhi,” ujar Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Kudus Edi Supriyanto seperti ditulis Antara.

Dia mengatakan, seharusnya peserta LUEP bisa mengembalikan dana pinjaman untuk penyerapan gabah petani sesuai ketentuan. Kenyataannya, hanya satu penerima pinjaman yang bisa melunasinya tepat waktu. Sedangkan lainnya molor hingga beberapa bulan dan hingga tahun 2014 juga masih ada yang menunggak.

Adanya tunggakan tersebut, lanjut Edi, program serupa tidak bisa direalisasikan kembali pada tahun 2013 dan 2014. ”Kami berharap pesert LUEP yang masih memiliki tunggakan segera melunasinya karena sudah diberikan toleransi waktu. Jika hingga tahun depan masih ada tunggakan, program serupa tidak akan dianggarkan,” ujarnya.

Dia mengatakan, total dana LUEP yang sudah dibayarkan oleh para peserta LUEP hingga kini mencapai Rp 1,79 miliar dari total dana LUEP tahun 2012 sebesar Rp 2,5 miliar. ”Artinya masih ada tunggakan sebesar Rp827 juta dari tujuh peserta LUEP,” ujarnya.

Di menjelaskan, berbagai upaya sudah ditempuh termasuk pendekatan kepada masing-masing peserta LUEP yang belum melunasi pinjaman untuk segera mengembalikan. ”Kami juga berulang kali menghubungi tujuh peserta LUEP tersebut sekaligus memotivasi mereka agar secepatnya melunasi tunggakan tersebut,” ujarnya.

Selain para penerima pinjaman dana LUEP diminta mengembalikan pinjaman, mereka juga diharus membayar denda yang totalnya Rp 118,75 juta. Adapun target penyerapan gabah petani selama 2012 sebesar 714 ton, sedangkan realisasinya hingga Desember 2012 mencapai 1.785,71 ton gabah.

Program LUEP pada 2011, tingkat pengembaliannya cukup lancar karena tidak ada peserta LUEP yang terlambat mengembalikan dengan batas maksimal 5 Desember 2011. Jumlah peserta LUEP pada tahun 2011 sebanyak 22 peserta dengan penyerapan gabah petani mencapai 2.885,89 ton gabah. Pada 2010, program LUEP mendapatkan dukungan dana dari Provinsi Jateng sebesar Rp 1,8 miliar.

Akan tetapi, pada 2011 tidak dianggarkan, sehingga Bupati Kudus berinisiatif melanjutkan program tersebut dengan mengalokasikan anggaran Rp 1,2 miliar. Sedangkan 2012 dinaikkan menjadi Rp 2,5 miliar. (Suwoko)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →