Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Angkutan Bodong Bebas Berkeliaran



Reporter:    /  @ 02:17:34  /  20 Oktober 2014

    Print       Email

Angkutan plat hitam terlihat sedang menaikkan penumpang di depan SMPN 4 Pati (kawasan SPG). Tempat itu sering menjadi tempat mangkal angkutan bodong, yang berebut penumpang dengan angkutan umum resmi. (KOMA / Wahyu Kristianto)

PATI – Meski sudah jelas mengenai larangan mobil plat hitam untuk dijadikan angkutan umum, hal tersebut tidak dihiraukan. Sejumlah angkutan tak berizin (bodong), tetap beroperasi di sejumlah trayek. Meskipun ada ancaman sanksi jika tertangkap.

Angkutan-angkutan bodong itu, bahkan terkesan leluasa mencari penumpang. Kendaraan yang digunakan rata-rata minibus plat hitam. Mereka juga mangkal di beberapa titik ramai penumpang. Di antaranya di lampu merah samping SMPN 4 Pati (kawasan SPG), dan di halte bus Puri.

Angkutan bodong yang mangkal di kawasan SPG biasanya mencari penumpang dengan tujuan Kudus. Sedangkan angkutan bodong yang mangkal di halte Puri mencari penumpang tujuan Wedarijaksa-Tayu.

Akibatnya, angkutan resmi seperti bus dan angkutan kota (angkot) mulai tak kebagian penumpang. Para pengemudi bus mengeluhkan hal tersebut. Karena penumpang sering diserobot angkutan plat hitam itu.

Hariadi (47), salah satu sopir bus menyatakan, kondisi itu sudah berlangsung lama. Beberapa kali sering terjadi cekcok antara awak angkutan resmi dan bodong tersebut. Sementara menurut dia, jarang ada petugas yang melakukan penertiban.

”Saya kok belum pernah lihat ada penertiban seperti itu. Selama ini saya lihat seperti baik-baik saja tidak ada larangan atau penegakan aturan. Kalau seperti ini jelas merugikan bagi kami,” katanya saat ditemui Koran Muria, kemarin.

Sering kali Hariadi harus kebut-kebutan dengan pengemudi plat hitam untuk mengejar penumpang. Hingga pernah harus adu pukul dengan mereka terkait penumpang.

”Saya pernah kejar-kejaran dengan mereka, sampai saya pukul juga pernah. Saya jelas tidak terima jika jatah penumpang saya direbut. Jika dipermasalahkan saya yang benar, karena kendaraan yang saya gunakan sudah sesuai dengan ketentuan,” terangnya.

Salah satu penumpang plat hitam Dewi (33) mengatakan, dengan adanya plat hitam baginya sangat menguntungkan. Apalagi ia mengaku sering kali menunggu bus yang datangnya lama, hingga berjam-jam. Dengan keberadaan angkutan plat hitam itu, menurut dia justru menguntungkan.

”Saya sangat tertolong dengan adanya kendaraan plat hitam ini. Karena jika menunggu bus bisa sangat lama. Apalagi jika sudah datang masih ngetem lama. Ya memang salah juga jika bicara plat hitam dan bukan plat kuning dijadikan angkutan umum,” terangnya. (Wahyu Kristianto / Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →