Loading...
You are here:  Home  >  Sosial  >  Artikel ini

Penyebaran HIV di Kabupaten Pati Mengkhawatirkan



Reporter:    /  @ 02:08:59  /  20 Oktober 2014

    Print       Email

PATI – Penyebaran dan penularan virus HIV/AIDS di Kabupaten Pati, sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Bahkan jumlah penderita di kabupaten ini, menduduki peringkat keempat terbanyak di Provinsi Jawa Tengah.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan, karena jumlah penderita selalu peningkatan dari tahun ke tahun. Data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pati mencatat sejak tahun 1996 hingga September 2014, jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 640 orang.

Dari jumlah kasus HIV/AIDS itu, 85 penderita di antaranya sudah meninggal dunia. Jumlah tersebut diprediksi masih berpotensi meningkat. Karena masih banyak penderita yang tidak melapor dengan alasan aib keluarga.

Meski demikian, Ketua KPA Pati Desmon Hastiono meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan diskriminasi atau mengucilkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Begitujuga dengan ODHA yang meninggal dunia.

”Masih ada masyarakat yang takut untuk memandikan ODHA. Padahal potensi penyebaran HIV /AIDS dari jenazah itu sangat minim. Apalagi bila meninggalnya lebih dari empat jam, virus di dalam tubuhnya akan ikut mati,” katanya.

Ia menyatakan, pihaknya telah memberikan pelatihan kepada para modin dari sejumlah desa di kabupaten ini, tentang tata cara penanganan jenazah ODHA. Dengan pelatihan itu, diharapkan masyarakat bisa menangani jenazah tersebut sendiri, dan tak perlu mengirimkannya ke rumah sakit.

Kepala Pelayanan HIV/AIDS di RSUD dr Soewondo Pati dr Djoko Mardiyanto mengungkapkan, sebagian besar penderita HIV/AIDS dan yang sudah meninggal adalah kaum ibu rumah tangga. Mereka kebanyakan mendapatkan virus tersebut dari pasangannya.

Oleh karenanya menurut dia, seluruh pihak harus ikut terlibat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Selain itu menurut dia, juga diperlukan payung hukum baik berupa peraturan daerah atau aturan lain, untuk memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS.

”Di Pati da banyak tempat hiburan. Kalau sudah ada perdanya, tentu kami dapat melibatkan diri. Termasuk untuk secara aktif melakukan tes kesehatan maupun tes HIV kepada setiap orang yang terlibat di usaha hiburan,” imbuhnya. (Ali Muntoha)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

Nenek Gantung Diri di Ngembak Grobogan Tewas, Ini Penyebabnya

Selengkapnya →